KALAM

Arti Fastabiqul Khairat dan Contohnya

SIBERNAS.com — Melakukan fastabiqul khairat dalam Islam sangat dianjurkan. Fastabiqul khairat memiliki  arti berlomba-lomba dalam kebaikan. Dengan kata lain Tujuan dari melakukan fastabiqul khairat artinya mendapat rida Allah SWT dan mendapat surga-Nya.

Fastabiqul khairat artinya demikian dijelaskan dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 148:

وَلِكُلٍّ وِّجۡهَةٌ هُوَ مُوَلِّيۡهَا ‌ۚ فَاسۡتَبِقُوا الۡخَيۡرٰتِؕ اَيۡنَ مَا تَكُوۡنُوۡا يَاۡتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيۡعًا ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ

“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Selain dalam surat al-Baqarah ayat 148: Allah SWT juga  mendefinisikan fastabiqul khairat pada beberapa surat dalam Al-Qur’an.

  1. Fastabiqul khairat artinya berlomba-lomba untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT dan surga-Nya seluas langit dan bumi. Fastabiqul khairat artinya demikian dijelaskan dalam Al-Qur’an surat al-Hadid ayat 21:

سَابِقُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۙ اُعِدَّتْ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ

“Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”

  1. Fastabiqul khairat artinya berlomba-lomba dalam kebaikan untuk menyelesaikan ujian dari Allah SWT atas segala karunia-Nya. Fastabiqul khairat artinya demikian dijelaskan dalam Al-Qur’an surat al-Maidah ayat 48:

وَاَنۡزَلۡنَاۤ اِلَيۡكَ الۡكِتٰبَ بِالۡحَـقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ مِنَ الۡكِتٰبِ وَمُهَيۡمِنًا عَلَيۡهِ‌ فَاحۡكُمۡ بَيۡنَهُمۡ بِمَاۤ اَنۡزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعۡ اَهۡوَآءَهُمۡ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الۡحَـقِّ‌ؕ لِكُلٍّ جَعَلۡنَا مِنۡكُمۡ شِرۡعَةً وَّمِنۡهَاجًا ‌ؕ وَلَوۡ شَآءَ اللّٰهُ لَجَـعَلَـكُمۡ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰـكِنۡ لِّيَبۡلُوَكُمۡ فِىۡ مَاۤ اٰتٰٮكُمۡ فَاسۡتَبِقُوا الۡخَـيۡـرٰتِ‌ؕ اِلَى اللّٰهِ مَرۡجِعُكُمۡ جَمِيۡعًا فَيُنَبِّئُكُمۡ بِمَا كُنۡتُمۡ فِيۡهِ تَخۡتَلِفُوۡنَۙ

“Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.

Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.”

  1. Fastabiqul khairat artinya berlomba-lomba dalam kebaikan dan sungguh-sungguh melakukannya akan diberi balasan kenikmatan surga yang luar biasa. Fastabiqul khairat artinya demikian dijelaskan dalam Al-Qur’an surat al-Muthaffifin ayat 22-26:

“Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan.Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih dilak (disegel),laknya dari kasturi. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”

Dalam menjalankan fastabiqul khairat, situs UHAMKA menyebutkan ada lima hal mendasar yang bisa dilakukan agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai, yakni

1. Niat yang ikhlas.

Ikhlas beribadah atau beramal shaleh untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena Allah.

2. Cinta kebaikan dan cinta kepada orang baik.

Hal ini juga ada hubungannya dengan keikhlasan, yakni beramal semata karena Allah. Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik, maka kita menjadi cinta kebaikan sekaligus suka dengan orang yang gemar berbuat baik.

  1. Merasa beruntung jika melakukannya.

Hal ini dapat dilakukan karena kita percaya dan yakin kepada Allah. Jika iman sudah merasuk dalam jiwa, maka kita akan merasa beruntung jika terus melakukan perbuatan baik demi untuk menggapai ridha Allah. Jika perasaan ini sudah muncul, maka semangat untuk berlomba dalam kebaikan akan senantiasa hadir dalam diri.

  1. Meneladani generasi yang beramal baik.

Rasulullah SAW dan para sahabat senantiasa bersemangat dan berjuang tanpa henti untuk menebar kebaikan pada semua orang, baik kepada orang mukmin maupun kafir. Semangat dan sifat tersebut perlu diteladani yang tujuan akhirnya adalah jalan agar kita umat muslim kelak dapat dikumpulkan di surga bersama Rasulullah dan para sahabatnya.

  1. Memahami ilmu tentang kebaikan.

Ilmu sangatlah penting untuk selalu membuat hati hidup. Ilmu apa saja perlu dipelajari agar kita tidak terjerumus dosa dan kehinaan.

Manfaat

Berikut beragam manfaat fastabiqul khairat yang membuatnya menjadi sikap baik dalam Islam:

  • Membantu meringankan beban orang lain
  • Membuat orang lain tersenyum dan bahagia
  • Membawa keberkahan dalam kehidupan kita dan sesama
  • Waktu yang kita miliki tidak terbuang sia-sia
  • Dapat memanfaatkan energi dan kemampuan kita untuk hal yang baik
  • Membawa energi positif dalam kehidupan
  • Membuat kita senantiasa bersyukur dengan apa yang kita punya
  • Insyaallah mendapat ridho dari Allah SWT

 

Sumber : tirto.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Contact Us