Uncategorized

Prancis Bertekad Patahkan Kutukan Juara Bertahan Piala Dunia

SIBERNAS.com, Doha-Prancis siap tampil habis-habisan sejak laga pertama pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Sebab, Les Bleus ingin menghapus kutukan juara bertahan.

Itu diungkapkan kiper sekaligus kapten Prancis, Hugo Lloris di laman resmi Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Selasa (15/11/2022). Dia menyebut Negeri Ayam Jantan memikul beban berat.

Pemain veteran Tottenham Hotspur itu teringat statistik di mana tim juara selalu tersingkir di fase grup dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir.

Mulai dari Italia selaku kampiun Piala Dunia 2006. Tim yang diasuh Marcelo Lippi saat itu harus berakhir sebagai juru kunci fase grup Piala Dunia 2010. Mereka saat itu hanya mendapat dua poin usai imbang dengan Paraguay dan Selandia Baru, serta kalah 2-3 dari Slovakia.

Piala Dunia 2010 kemudian dikuasai Spanyol. Pada Piala Dunia 2014, La Furia Roja hancur dikalahkan Belanda 1-5, Cile 0-2, dan menang atas Australia 3-0. Mereka tidak lolos menuju 16 besar.

Edisi itu akhirnya jadi milik Jerman. Tapi, Der Panzer hancur lebur di Piala Dunia 2018 di Rusia. Mereka gagal melaju ke 16 besar usai menang 2-1 lawan Swedia, tumbang dari Meksiko 0-1 dan kalah 0-2 dari Korea Selatan.

Lloris tak menampik Prancis cukup khawatir akan catatan itu. Dia mengatakan pada semua edisi Piala Dunia, lawan selalu terpacu untuk mengalahkan sang juara bertahan.

“Kami tidak bisa tidak memikirkannya! Jika itu terjadi sekali, dua kali, tiga kali, ada alasan dan jawaban untuk pertanyaan ini,” ucap Lloris.

“Pelatih dan stafnya telah mempersiapkan tim sebaik mungkin sebelumnya. Bahkan saat ada kabar cedera yang diketahui beberapa pekan yang lalu, cedera menit terakhir,” lanjutnya

Prancis tergabung dalam Grup D di turnamen sepak bola empat tahunan ini. Mereka akan membuka laga melawan Australia (23 November), Denmark (26 November), dan Tunisia (30 November).

“Tim ini akan melakukan segalanya untuk mempertahankan warna Prancis. Pemegang gelar tentu diharapkan. Sejak penobatan di Rusia, kami merasa lawan semakin terpacu untuk menjatuhkan juara dunia,” ucapnya.

“Ada juga bahaya di laga pertama, sehubungan dengan kesegaran, cedera bisa terjadi. Kami tahu pentingnya memulai kompetisi dengan baik untuk menguasai dinamika,” pungkas Lloris.

Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *