WISATA DAN BUDAYA

Gua Jepang, Tempat Bersejarah di Palembang yang Tidak Terurus

SIBERNAS.com, Palembang-Palembang yang dikenal sebagai kota tertua di Indonesia dengan usia 1339 ini punya bukti pernah dijajah oleh Jepang.

Salah satu bukti sejarah itu adalah Gua Jepang di Jalan AKBP H Umar atau tepatnya di belakang pasar KM 5 Kota Palembang. Gua itu tampak masih berdiri kokoh di antara semak belukar yang menjadikan tempat bersejarah ini tidak layak dikunjungi.

Di atas lahan kosong sekitar 2 hektare itu, Gua Jepang ini dibiarkan begitu saja. Tanpa perawatan dari pemerintah meski hanya untuk sekedar membersihkannya.

Saat masuk ke area Gua Jepang, dari mulut gua pun aroma tak sedap sudah tercium. Bau tak sedap dari tumpukan sampah tercium menyengat hidung. Di Palembang, setidaknya ada tiga Gua Jepang yang tidak pernah dikunjungi oleh warga Palembang apalagi wisatawan.

Lokasinya ada di sekitar Benteng Kuto Besak (BKB), RS Charitas dan KM 5. Gua itu dahulunya digunakan sebagai tempat persembunyian tentara Jepang.

Berdasarkan informasi yang didapat, bahwa dahulunya tiga gua ini terhubung. Masing-masing punya pintu masuk, baik di dekat RS Charitas, BKB dan KM 5.

“Gua yang di Charitas itu tidak bisa dikunjungi, kabarnya tidak boleh sama yang punya lahan, dan di dalamnya juga banyak ular,” ujar salah seorang warga KM 5.

Dengan kondisi Gua Jepang penuh semak belukar dan coretan di dinding gua, menjadi tidak salah jika warga Palembang lebih suka main ke tempat yang lebih modern.

Sejarawan sekaligus Akademisi UIN Raden Fatah Palembang Kemas Ari Panji mengatakan, cagar budaya di Palembang seakan tergerus perkembangan zaman.

Padahal hal ini tidak akan terjadi jika Pemerintah memiliki keinginan untuk merawat peninggalan sejarah ini.

“Cagar budaya di Kota Palembang ini banyak. Namun, sayang tempat-tempat bersejarah tersebut terkesan dibiarkan begitu saja,” katanya, Senin (14/11/2022).

Lantaran merupakan peninggalan masa penjajahan dulu, artinya Gua Jepang ini merupakan peninggalan bersejarah yang tidak hanya milik Kota Palembang.

“Ini seharusnya dilestarikan dan bisa jadi tempat destinasi wisata, jika pun tidak, harusnya dirawat juga agar tidak terkesan diabaikan,” katanya.

Tidak hanya soal Gua Jepang, ia menyayangkan sikap pemerintah yang kurang memperhatikan cagar budaya yang perlu dilestarikan.

“Pemerintah harusnya lebih peduli terhadap benda cagar budaya yang ada di Kota Palembang, karena tempat tersebut sebagai bukti sejarah kelamnya masa lampau sebelum Indonesia merdeka,” katanya.

Reporter: Pitria
Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Contact Us