PALEMBANG

BPOM Palembang Resmi Keluarkan 189 Sirup yang Tidak Mengandung Larutan Berbahaya

SIBERNAS.com, Palembang — Melanjutkan Kasus gagal ginjal akut pada anak yang terjadi di Provinsi Sumatera Selatan Kota Palembang, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Mohammad Hoesin Palembang membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini.

Termasuk menggandeng pihak Badan Pengawas Obat dan Pengawas Palembang untuk mengawasi dan memantau kasus tersebut.

Kepala Balai Besar POM di Palembang, Drs. Zulkifli, Apt membenarkan bahwa BPOM Membentuk tim khusus investigasi tersebut bertugas bertanggung jawab atas obat dan memeriksa seluruh obat-obatan yang dikonsumsi oleh pasien yang dinyatakan terkena penyakit gagal ginjal akut tersebut.

“Setelah ada pasien ginjal akut, nanti pihak RS mengantarkan ke BOOM untuk dilakukan pengujian. Kalau produk obat-obatan ke BPOM tapi kalau darah dan dahak nanti ada pengujian di laboratorium forensik satgas di provinsi,” katanya.

Lihat Juga :  Tekankan Soal Jembatan Timbang dan Lahan Parkir, Ratu Dewa Pastikan Ubah Jam Keluar ODOL

Sebelumnya BPOM telah merilis lima daftar obat sirup yang diduga mengandung bahan berbahaya Etilen Glikol (EG), Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol Butil Eter (EGBE). Kelima obat tersebut adalah Termorex Sirup (obat demam) produksi PT Konimex, Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu) produksi PT Yarindo Farmatama, dan Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), Unibebi Demam Sirup (obat demam) serta Unibebi Demam Drops (obat demam) produksi Universal Pharmaceutical Industries

Ia mengatakan, BPOM telah melampirkan 189 produk sirup yang sudah diuji teliti dan aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak atau balita tidak menggunakan empat larutan tersebut pada (27/10) lalu.

“Terhadap obat yang diuji melewati obat tadi BPOM mengawasi dan memantau, namun kewajiban yang menarik produk itu adalah pabriknya,”katanya saat dijumpai dalam ruangannya, Rabu (2/11).

Lihat Juga :  Bukan Sebagai Cawako, Nandriani Kantongi Restu PKB Menuju Palembang 1

Sementara ini, pihak BBPOM masih melakukan pemantauan produk obat sirup ke pabrik Perdagangan Besar Farmasi (PBF) yang ada di kota Palembang.

“Karena untuk melakukan penarikan obat-obatan tersebut membutuhkan prosedur, sehingga nanti PBF yang akan menarik produk tersebut dari apotek yang ada di kota Palembang. Dari kita sudah memberikan surat pemberitahuan, lalu nanti dari PBF meminta apotek-apotek untuk menyisihkan obat mana saja yang terindikasi lalu mereka akan datang dan menarik produk tersebut,” tutupnya.

Adapun 189 produk sirup yang telah diuji BPOM aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak atau balita tidak menggunakan empat larutan tersebut dapat dilihat pada website www.pom.go.id

Penulis : Tri Jumartini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *