Uncategorized

Sejengkal Tanah Untuk Tabungan Akhirat

Oleh : Ardillah Aquariani.MP (Pegiat Literasi ke Islaman)

Sibernas.com, Palembang–Ada beberapa kasus yang sering terjadi di sekitar kita tentang harta yang berupa tanah, tanah yang kita miliki sesungguhnya buka milik kita melainkan titipan dari Allah karena apa yang ada di bumi mau pun di langit itu milik Allah SWT tapi sedikit sekali dari kita yang sadar itu.

Terkadang miris melihat banyak sekali kasus tentang mengemis sejengkal tanah yang akan di gunakan untuk jalan, bahkan jangankan meminta sejengkal tanah untuk jalan, terkadang merekamembangun rumah pun pas-pasan dengan batas tanah yang tak jarang air pancuran mereka ketika hujan pun belarinya ke tanah milik tetangganya. (Nauzubillahi minzalik)

Itu semua termasuk ke dalam lingkaran Dzolim ke jiron tetangga, menciptakan surga dirumah sendiri tapi menyusahkan tetangga yang menerima dampak dari ulahnya.

Sadarilah bahwa semua yang kita miliki hanya sebatas titipan kapan pun Allah bisa ambil jika mau, lalu manfaatkanlah harta yang dititipkan saat ini dengan tidak dzolim ke orang lain dan sebisa mungkin ciptakan pahala sebelum semua berakhir, karena hidup di dunia ini bagaikan bermimpi saat tidur, ketika kita bangun tak ada yang bisa kita bawah dari mimpi itu, maka ada hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, anak sholeh yang memohon ampunan untuknya (ibu dan bapaknya) dan ilmu yang bermanfaat setelahnya.”

Dari ketiga perkara diatas maka yang paling sering disebutkan adalah bersedekahlah dijalan Allah, dengan mewakafkan sedikit atau sebagian dari harta yang kita miliki, jika membangun masjid dan lain sebagainya kita belum mampu, apa salahnya memberikan sejengkal tanah yang di pinta oleh orang sekitar mu yang akan digunakan untuk akses jalan masyarakat sekitar di tempat mu tinggal.

Terkadang hal seperti ini terlihat sepele tapi pahalanya panjang bahkan setelah kita tiada akan terus mengalir selama akses jalan itu masih digunakan dan bermanfaat untuk orang lain.
Allah Swt telah berjanji akan melipat gandakannya.

“Perumpaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada tiap tangkai ada seratu biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha luas, Maha Mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 261).*

Amalan jariyah banyak macam dan bentuknya, apa pun itu memberikan yang kita mampu dan terbaik adalah kuncinya, sejengkal tanah yang kau berikan di dunia untuk akses berjalan masyarakat sekitar maka Allah akan memberikan mu jalan yang lebar seluas mata memandang di surga Nya kelak. Allahuma Ammiiinnnn….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *