SUMSEL

BMKG Sumsel: Peralihan Cuaca, Waspadai Cuaca Ekstrem

Sibernas.com, Palembang-September-Oktober ini jadi masa transisi peralihan cuaca dan Cuaca ekstrem akan terjadi peningkatan pada periode dua bulan ini. Hal ini diungkapkan Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis saat diwawancarai sesuai melakukan pertemuan dengan Gubernur Sumsel, H Herman Deru di ruang kerjanya, Jum’at (23/09/2022).

Wandayantolis mengatakan, kedatangan pihaknya menemui Gubernur Sumsel untuk menyampaikan perkiraan musim hujan sebagai antisipasi potensi bencana hidrometerologi di Provinsi Sumsel. “Kami menemui Gubernur menyampaikan terkait la nina dan potensi curah hujan yang akan terjadi, sehingga perlu antisipasi lebih awal terkait dampak yang terjadi akibat anomali curah hujan,” katanya

Lanjutnya, cuaca ekstrem yang akan terjadi harus diwaspadai. Untuk itu, pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel juga akan melakukan koordinasi terkait cuaca ekstrem tersebut. “Yang menarik adalah kita masuk penghujan tapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih ada,” ujar Wandayantolis

Wandayantolis menjelaskan, musim hujan masih akan terjadi hingga akhir tahun nanti. Peluang munculnya banjir dan longsor juga cukup besar. Untuk itu, masyarakat harus tetap waspada terutama di jalan-jalan yang memiliki kontruksi tinggi. “Masih ada selingan hari tanpa hujan. Bisa 3-5 hari tanpa hujan, sehingga masih akan mengakibatkan munculnya hotspot di beberapa titik,” jelasnya

Lebih lanjut diungkapkannya, Tahun ini untuk musim kemarau juga berbeda dengan 2021. Tahun lalu, musim kemarau terjadi sangat pendek. “Tahun ini 30 persen wilayah di Sumsel tidak masuk kemarau hingga masuknya masa transisi ke musim hujan. Hal itu, terjadi wilayah Barat Sumsel seperti di Muratara, OKU Selatan dan OKU Timur,” ungkap Wandayantolis

Wandayantolis menambahkan, peningkatan musim hujan akan berdampak pada semua sektor. Baik pertanian maupun kesehatan. Ia meminta, masyarakat lebih aware terhadap kesehatan karena akan menimbulkan penyakit ketika musim hujan. “Dengan kita aware dapat meminimalisir dampak dari musim hujan,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih dengan telah diberikannya informasi mengenai perkiraan Musim Hujan 2022/2023 guna mengantisipasi potensi bencana hidrometerologis di Provinsi Sumsel. “Terima kasih atas informasi dini yang diberikan BMKG, sehingga Pemprov Sumsel dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi cuaca di seluruh Sumsel. Saya minta agar Pemkab/Pemkot juga siaga terhadap kemungkinan bencana yang dapat terjadi akibat curah hujan dan angin diwilayahnya,” katanya

Lebih lanjut diungkapkannya, Pada dataran tinggi atau daerah pegunungan rawan terhadap ancaman angin, sedangkan dataran rendah rawan ancaman banjir. Untuk itu dirinya menginstruksikan Dinas terkait bekerjasama dengan BMKG Sumsel gencar memberikan informasi tentang perkiraan cuaca di Sumsel dan potensi bencana alam akibat ketidakmenentuan cuaca baik melalui pemberitaan, medsos, ataupun surat. “Kuncinya jangan telat update informasi, jadi dapat meningkatkan kewaspadaan dan kita dapat siaga alat di kabupaten tertentu dengan potensi terjadi bencana,” ungkap Deru

Reporter : maulana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *