SUMSEL

Tiga Bulan, Ribuan Hektar Lahan Terbakar

Sibernas.com, Palembang-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih terus terjadi. Bahkan, Agustus lalu luasan Karhutla mencapai 256 hektar. Total sepanjang tahun ini, luasan Karhutla mencapai 2.702 hektar. Angka itu lebih tinggi dibandingkan Karhutla dua tahun terakhir. Hal ini diungkapkan Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim, Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL), Ferdian Kristanto saat diwawancarai, Jum’at (16/09/2022)

Ferdian mengatakan, Pada 2020, jumlah Karhutla periode yang sama hanya1.883 hektar, sedangkan 2021 sebanyak 2.003 hektar. Dari jumlah luasan Karhutla tahun ini, terbanyak kejadian di lahan mineral, mencapai 2.659 hektar. Sedangkan gambut seluas 43 hektar. “Terjadi kenaikan luasan lahan yang terbakar pada Agustus lalu, sehingga total menjadi 2.702 hektar yang terbakar,” katanya

Lihat Juga :  Halal Bi Halal Tahun 2024 Sekaligus Peringatan Hari Jadi Provinsi Ke 78, PJ Gubernur Sumsel Sampaikan Ini

Lanjutnya, Kejadian Karhutla tertinggi ada di Ogan Ilir, mencapai 1.398 hektar. Seluruhnya lahan mineral. Kemudian di Muratara 516 hektar, rinciannya mineral 510 hektar dan 6 hektar gambut, OKU ada 236 hektar lahan mineral yang terbakar. Selanjutnya di Mura 139 hektar lahan mineral terbakar, Muba 135 hektar terbakar (125 hektar mineral dan 10 hektar gambut) dan OKI 133 hektar (105 hektar mineral dan 28 hektar gambut). “Yang nol Karhutla hanya Banyuasin, Lubuk Linggau, OKU Timur dan Pagar Alam,” ujar Ferdian

Ferdian menjelaskan, Dari data yang disampaikannya, terjadi kenaikan signifikan dalam tiga bulan terakhir tahun ini. Pada periode Januari-Mei, luas Karhutla hanya 472,07 hektar. Artinya terjadi kenaikan 2.229,93 hektar sepanjang tiga bulan berikutnya atau pada Juni-Agustus. September ini dirinya berharap tak ada penambahan luasan hutan dan lahan yang terbakar. “Informasi dari BMKG seharusnya sudah masuk musim penghujan. Hanya, kami tetap meminta kawan-kawan waspada seperti dua hari ini yang terlihat panas sekali,” jelasnya.

Lihat Juga :  Halal Bi Halal Tahun 2024 Sekaligus Peringatan Hari Jadi Provinsi Ke 78, PJ Gubernur Sumsel Sampaikan Ini

Lebih lanjut diungkapkannya, Kamis (15/09/2022) yang lalu, bahkan terjadi kebakaran di Desa Ibul, Ogan Ilir. “Luas kebakaran 1 hektar, yang dipadamkan 0,5 hektar laham semak belukar dan ilalang. Jenis tanahnya mineral,” ungkap Ferdian

Ferdian menambahkan, setiap hari melakukan monitoring fire danger rating system, yang merupakan hasil analisa dari BMKG. “Jika melihat prediksinya, dua hari ini bakal ada potensi kebakaran tinggi,” katanya

Reporter : Maulana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.