PALEMBANG

Bertahap, Incenelator Olah 800 Ton Sampah per Hari

SIBERNAS.com, Palembang-Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui teknologi Incenelator baru akan dimulai pada akhir 2024 mendatang dan banyaknya sampah yang diolah pun secara bertahap.

Incenelator ini akan dibangun di Keramasan, Kertapati oleh pihak ketiga Indo Green Power. Energi yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini akan menjadi energi listrik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang Ahmad Mustain mengatakan, pembangunan Incenelator ini masih dalam proses analisis dampak lingkungan (AMDAL) dan persetujuan bangunan gedung (PBG).

“Karena Ini proyek strategis nasional dan menjadi salah satu solusi menyelesaikan masalah sampai secara signifikan maka proses ini jadi prioritas di Kementerian DLHK” katanya, Senin (5/9/2022).

Lihat Juga :  Pj Gubernur Agus Fatoni Harapkan para Alumni Universitas Bidar Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Mustain mengatakan, sesuai dengan perjanjian, pada tahap awal pengolahan Sampah dengan Incenelator ini hanya 800 ton perhari pada 2024, lalu 2025 sebanyak 900 ton dan akhir 2026 baru 1.000 ton per hari sampai 20 tahun.

“Dengan sampah yang dihasilkan oleh setiap orang perharinya 0,7kg, maka 1.200 ton sampah perhari yang harus diangkut. Sisa dari yang tidak masuk ke Incenerator akan masuk ke TPA Karya Jaya,” katanya.

Pihaknya tidak menjelaskan secara rinci mengapa sampah yang diolah hanya sejumlah itu. Namun, berdasarkan pembahasan sebelumnya, bahwa setiap ton sampah yang dikirim DLHK ke PT Indo Green Power itu berbayar Rp400 ribu per ton sampah.

Lihat Juga :  92 Pejabat Pemko Palembang Dibongkar, Mulai dari Lurah Hingga Camat

Walikota Palembang Harnojoyo memastikan semua akan menyanggupi Biaya Layanan Pengolahan Sampah (BLPS) Rp400 ribu per ton yang ditanggung oleh Pemkot. Menurutnya bisa sharing dengan provinsi, APBN dan Corporate Social Responsibility (CSR).

“Pengolahan sampah ini sangat bermanfaat, terutama TPA Sukawinatan yang kapasitasnya tinggal 2 hektar lagi dari total 27 hektar,” katanya.

Reporter: Pitria
Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *