KRIMINALITAS

Pengoplos Miras Diciduk, Biasa Diedarkan ke Warung

SIBERNAS.com, Palembang-Unit IV Subdit I Tipid Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Ditreskrimsus Polda Sumsel) berhasil mengungkap kasus minuman keras (Miras) secara oplosan.

Pelaku pengoplosan miras tersebut bernama Abin Marpala. Tersangka tetangkap tangan pada saat sedang memproduksi miris oplosan tersebut di Jalan Perjuangan Blok Q, Nomor 208, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, Kamis (19/5/2022) sekitar pukul 18.30 WIB.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol M Barly Ramadhani didampingi Kasubbid Penmas Bid Humas AKBP Erlangga mengatakan, anggotanya berhasil menangkap tangan pelaku saat melakukan produksi miras oplosan merk mansion house jenis whisky dan volka.

“Dari pelaku kita berhasil menyita
sebanyak 715 botol miras oplosan beserta bahan dan alat yang digunakan untuk membuat miras oplosan tersebut,” ujarnya, Jumat (27/5/2022).

Lihat Juga :  Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Pegawai, Plt UMKM Muba Lapor Balik

Barly menambahkan, bahan yang digunakan dalam pembuatan miras oplosan tersebut terdiri dari air mentah, alkohol dan pewarna makanan. Kemudian untuk bahannya, pelaku ini membelinya dari seseorang yang ada di Jakarta.

“Dari keterangan pelaku bahwa untuk botol volka ia membelinya dari tempat barang-barang bekas,” katanya.

Kemudian untuk pemasaran miras oplosan tersebut, pelaku menjualnya ke warung-warung di daerah Palembang, Lubuklinggau, dan Jambi.

“Dari keterangan pelaku ke anggota kita bahwa, miras oplosan tersebut sudah beredar dalam satu minggu belakangan,” terangnya.

Untuk perharinya pelaku mampu memproduksi 715 hingga 720 botol dengan harga per botol Rp11.000. Dalam beraksi pelaku sendirian.

Akibat ulanya pelaku terancam Pasal 8 ayat (1) huruf e dan f Undang-Undang Republik Indonesia (RI) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman penjara selama lima tahun.

Sementara pelaku Abin mengatakan, sudah melakukan bisnis miras oplosan ini seminggu terakhir.

“Bisnis itu saya pelajari dari teman saya,” katanya.

Kemudian untuk bahan campurannya yakni alkohol setengah dari dirigen besar, air mentah satu dirigen besar.

“Untuk jenis whisky saya campurkan pewarna kemudian saya jual ke daerah Jambi, Palembang dan Lubuklinggau,” ujar dia.

Reporter: Yola Dwi
Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *