NASIONAL

Kecelakaan Maut di Tol Surabaya-Mojokerto, 13 Penumpang Tewas, Sopir Positif Narkoba

SIBERNAS.com, Surabya —kecelakaan maut dialami oleh sebuah mobil bus  PO Ardiansyah di  Kilometer 712+400 jalur A Tol Surabaya – Mojokerto Senin (17/5) kemarin.

Bus PO Ardiansyah dengan nopol S 7322 UW diketahui membawa 25 penumpang asal Benowo, Surabaya, dari arahJogja menuju Surabaya mengalami kecelakaan di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) Jawa Timur, Senin (16/5).

Diduga supir bus bernama Ade Firmansyah melaju dengan kecepatan sekitar 100 kilometer per jam di lajur lambat. Namun saat bus tiba di km 712.200 /A, kendaraan oleng ke kiri dan menabrak tiang VMS (Variable Message Sign) di pinggir bahu jalan tol. Bus terpental hingga terguling.

akibat dari kejadian itu 13 penumpang tewas ditempat, dan satu penumpang lainnya meninggal di rumah sakit. Serta belasan lain mengalami luka –luka.

Dari hasil pemeriksaaan Supir bus PO Ardiansyah dinyatakan positif narkoba. Hal itu berdasarkan hasil tes urine awal yang dilakukan polisi kepadanya.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman, mengatakan hasil tes urine sementara supir bus Ardiansyah ini dinyatakan mengandung zat sejenis sabu. Untuk memastikan kandungan tersebut, pihaknya juga akan melakukan uji sampel darah.

“Pengemudi ini menggunakan sejenis sabu. Hari ini kami mengambil darah untuk kita kirim ke Labfor untuk memastikan kandungan apa yang ada pada pengemudi ini. Ini hasil sementara dari tes urine,” kata Latif, Selasa (17/5).

Dengan temuan itu, Latif pun berkoordinasi dengan Ditreskoba Polda Jatim. Hal itu dilakukan untuk mendalami terkait dengan asal barang tersebut, kapan supir menggunakan narkoba dan lain sebagainya.

“Ini lah yang kita dalami, kita serahkan ke resnarkoba, untuk mendalami dia makai dimana penggunaannya dimana dan lain sebagainya,” ujarnya.

Meski begitu si supir hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini, kata Latif, karena polisi masih menunggu lengkapnya keterangan para saksi, yang saat ini masih dirawat karena mengalami luka berat.

“Sementara belum ada [status hukum] karena kami menunggu rekomendasi dari dokter. Sementara ini kami secara resmi belum melakukan pemeriksaan. Kami hanya menggali keterangan yang ada,” ucapnya. Dilansir dari cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *