PENDIDIKAN

248 Mahasiswa Unsri Raih Predikat Cumlaude

SIBERNAS.com, Palembang-Sebanyak 992 mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) diwisuda ke-159 secara daring bertempat di Fakultas Hukum Unsri, Rabu (20/04/22). Dari jumlah tersebut, sebanyak 248 mahasiswa lulus dengan predikat cumlaude atau dengan pujian.

Rektor Unsri Prof Dr Anis Saggaf, MSCE, mengatakan, pada wisuda kali ini ada beberapa jurusan yang mahasiswa mendapatkan nilai cumlaude.

” Wisuda kali ini banyak mahasiswa yang lulus dengan cumlaude dan ada beberapa mahasiswa yang nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mencapai 4,0. Kita berharap berharap ke depan naik terus nilainya, baik untuk nilai rata-rata dan jumlah lulusan di setiap angkatan,” ujarnya.

Anis mengatakan, ada juga mahasiswa yang memang lama lulus dikarenakan terkendala di skripsi. Terkadang ada program studi (Prodi) yang mengharuskan ada penelitian yang tidak bisa sembarang waktu.

“Contohnya di Fakultas Pertanian. Jika di musim kemarau biasanya tertunda karena hasilnya bisa tidak maksimal. Tentu saja akan dilaksanakan penelitiannya pada saat musim hujan tiba dan ini menunda jadwal skripsi itu sendiri,” paparnya.

Anis menambahkan, pada wisuda kali ini Jurusan Hukum dan Jurusan Komputer banyak juga yang meraih cumlaude. Dari 222 mahasiswa atau 25 persen yang diwisuda berhasil cumlaude.

“Indikator sebuah universitas itu baik jika waktu lulus mahasiswa cepat dengan nilai lulusan baik. Di luar negeri untuk IPK 4,0 merupakan nilai rata-rata tiap lulusan. Di Unsri bahkan di Indonesia sendiri masih belum ada universitas yang berhasil meraih keduanya,” bebernya.

Anis mengatakan, pandemi yang melanda di dunia hingga saat ini, dipaksa untuk memakai teknologi.

“Kita harus bersyukur. Jadi usai pandemi Unsri tetap menerapkan sistem daring dan luring. Jika ada mata kuliah yang perlu luring maka akan dilakukan luring, sedangkan jika bisa daring maka akan di lakukan daring. Jadi sistem hybrid perpaduan antara daring dan luring tidak akan di tinggalkan bahkan akan semakin di kembangkan,” terangnya.

Anis menjelaskan, untuk Kampus Merdeka Belajar, Unsri sudah mempersiapkan semuanya. Jadi mahasiswa akan secara berkala belajar di kampus dan belajar langsung di dunia kerja.

Seperti di perindustrian ke departemen pertanian untuk prodi pertanian. Kemudian untuk jurusan pertambangan akan ikut ke lapangan di tambang, seperti di pertambangan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

“Jadi mahasiswa bisa sendiri menentukan jadwalnya secara mandiri. Tentu saja ada rambu yang mengatur kapan mahasiswa belajar dan berada di dunia industri atau dunia kerja,” katanya.

Reporter: Yanti
Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *