WISATA DAN BUDAYA

Pesona Danau Kaco, Air Jernih Sebening Kaca

Sibernas.com, Jambi-Danau Kaco di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Desa Lembur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi memiliki pesona mempesona.

Air danau ini jernih kebiruan seperti kaca. Keindahan Danau Kaco layak untuk dinikmati, wisatawan dapat menjadikan danau ini sebagai destinasi yang mesti dikunjungi saat berada di Jambi.

Dikutip dari pesona Indonesia, Senin (14/3/2022), lokasi Danau Kaco bak mutiara biru yang berada di tengah rimbunnya pohon rindang. Untuk menikmati keindahannya, pengunjung mesti rela melakukan perjalanan yang agak jauh karena letaknya yang jauh dari pusat Kota Jambi.

Dari Kota Jambi, wisatawan harus melakukan perjalanan menuju Sungai Penuh yang berjarak 500 kilometer. Dari sana, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Lumpur dengan waktu 45 menit. Dari Desa Lumpur petualangan mengunjungi Danau Kaco dimulai.

Untuk memasuki Taman Nasional, wisatawan harus berjalan kaki menyusuri hutan sekitar 4 jam. Meski perjalanan terlihat cukup melelahkan, namun segalanya terbayar ketika sampai di danau tersebut. Pemandangan sekitar danau dikelilingi oleh rindangnya pepohonan dengan udara yang sejuk.

Pada malam hari, pesona Danau Kaco makin kentara. Apalagi, pada saat bulan purnama, cahaya bulan yang terang, membuat air di Danau Kaco lebih bercahaya. Pemandangannya tampak seperti cahaya besar yang diarahkan ke langit. Karena itulah, di tempat ini beberapa pengunjung sering berkemah, terutama pada saat purnama.

Legenda Danau Kaco

Danau Kaco di Provinsi Jambi memiliki pesona. Airnya jernih kebiruan seperti kaca. Menurut cerita, ada legenda yang berkembang dari sana.

Melalui cerita yang dipercaya turun-temurun, kilauannya datang dari intan titipan milik para pemuda yang ingin melamar putri seorang raja bernama Raja Gagak. Putri itu sungguh cantik jelita.

Namanya Napal Melintang. Menurut legenda, kecantikannya bahkan mampu memikat hati ayahnya sendiri. Raja Gagak pun membawa lari putrinya tersebut lalu meninggalkan intan dari para pemuda di dasar danau. Sampai saat ini, masyarakat sekitar masih percaya bahwa kilauan di dasar danau adalah intan peninggalan Raja Gagak tersebut.

Pada dasarnya, legenda tersebut sudah ada beberapa versi. Ada juga yang mempercayai bahwa Raja Gagak begitu tamak. Siapapun yang bermaksud meminang putrinya diwajibkan menyerahkan harta berupa emas dan intan.

Sayangnya, keserakahan itu membuat sang putri ternoda sehingga ia dibenamkan ke dalam danau bersama dengan seluruh harta yang diberi lelaki yang ingin meminangnya. Sejak itu, danau tersebut berkilauan cahaya.

Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *