PALEMBANG

Sempat Dihentikan Beberapa Tahun Hotel Ibis Kembali Dibangun, DPRD Palembang Langsung Sidak

Sibernas.com, Palembang-Setelah beberapa tahun sempat terhenti, pembangunan Hotel Ibis kembali dilanjutkan. Anggota Komisi III DPRD Kota Palembang sidak melihat pembangunan Hotel Ibis di Jalan Letkol Iskandar, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Senin (7/2/2021).

Dalam sidak tersebut, Komisi III melihat safeti dalam pembangunan serta kesesuaian antara izin yang diberikan dengan realita pembangunan Hotel Ibis di lapangan.

Anggota Komisi III M Hidayat mengatakan, pihaknya datang kesini sebagai salah satu tiga pokok dan fungsi Anggota Komisi III yang membidangi pembangunan, infrastrktur, serta perizinan di Kota Palembang.

“Kita ke sini karena ada beberapa laporan yang masuk ke Komisi III, tentang pembangunan Hotel Ibis yang dulu sempat dihentikan Walikota sekitar tahun 2018. Sekarang pembangunanya dilanjutkan kembali,” ujarnya.

“Kami melihat safeti pembangunanya, jangan sampai ada satu paku gedung masuk kerumah masyarakat. Termasuk di jalan tengah samping hotel ini ada muncul besi behel, itu berbahaya dan harus dibenahi. Kita akan panggil pengelolah Hotel Ibis untuk penjelasannya, karena di sini ada beberapa yang tidak sesuai. Apa yang diajukan ke DLHK sistem IPALnya berbeda yang yang diajukan. Ini jadi kajian kita bersama. Kita akan panggil juga pihak PUPR terkait proses pembangunan ini bisa dilanjutkan kembali oleh Pemkot,” tambah Hidayat.

Lihat Juga :  Pendatang Diklaim Jadi Faktor Tingginya Angka Pengangguran di Palembang

Ketua Komisi III DPRD Palembang Firmansyah Hadi menambahkan, pada tanggal 21 Februari pihaknya akan melakukan rapat dengan pihak pengolah Hotel Ibis. Karena ada perubahan design.

“Ini akan kami clearkan. PU tolong dipantau sesuai gambar atau tidak.
Sekarang mereka pihak Ibis, belum siap. Karena banyak yang harus direvisi. Karena kalau tidak direvisi, bisa kita berikan SP,” tambah Firmansyah.

Bidang Pengendali dampak lingkungan DLHK Palembang, Hardian menuturkan, Ipalnya dicek untuk melihat kesesuaian antara yang diajukan dengan yang dibangun.

“Tapi kalau untuk izin persetujuan teknij baku mutu air limbah seperti B3, air limbah, emisi itu kewenangan Pemprov, sesuai dengan PP Nomor 5 tahun 2021. Jadi untuk hotel di atas 100 kamar bukan kewenangan kami lagi, tapi di Pemprov, itu berdasarkan aturan baru,” urainya.

Sementara itu, Bidang Tata Bangunan PUPR Palembang, Sahrul menambahkan, kedatangan mereka untuk mengecek bangunan yang ada sesuai atau tidak dengan izin yang diajukan. Seperti basemant, kamar, dan ruangan ruangan yang ada.

“Dulu pembangunan Hotel Ibis sempat distop sekitar 2 tahunan. Jadi sekarang kita cek, apakah pembangunan ini sesuai dengan izin yang dikeluarkan. Kalau ada penambahan ruangan atau perubahan, maka harus direvisi lagi pengajuannya. Paling tidak sesuai dengan izin yang dikeluarkan. Jangan menyalahi izin,” katanya.

“Rencana dari pihak pengelola Hotel Ibis memang ada revisi atau perubahan. Tapi masukan dulu apa yang mau diubah atau revisi, ” katanya.

Reporter: Yanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *