WISATA DAN BUDAYA

Blongket, Kain Asli Palembang Selain Songket

Sibernas.com, Palembang-Tidak hanya songket, Kota Palembang memiliki kain khas yang perlu perlu terus didukung kelestariannya yaitu blongket.

Kain blongket memiliki ke khasan dengan motifnya yang antik. Motif seperti piala rajo, gadjah mada, dan bebek setaman dengan proses yang memakan waktu bisa sampai 18 hari. Di Kota Palembang kain ini salah satunya diroduksi di Rumah Tajung Antik (RTA) yang berlokasi di tuan kentang.

Bendahara RTA Muhammad Khoiron mengatakan, usaha kain blongket ini dirintis oleh kakeknya pada tahun 70an, dan sekarang yang mengelola sudah generasi ketiga.

“Kami memproduksi sarung tajung, blongket Sutera, dan motif – motif antik lainnya,” katanya, Rabu (15/12/2021).

Motif antik itu terlihat dari motifnya yang dibuat contohnya motif piala rajo, bebek setaman, gadjah mada (dengan bermacan tingkatan ada 4 macam di Palembang, gadjah mada 29, gadjah mada antik.

“Ada dua jenis kain ini, ada yang benang emang dan polos,” katanya.

Dikatakan Khoiron, keantikan kain ini di Palembang itu itu diukur dari banyaknya gintir (tumpukan benang) yang dibuat sejak awal proses pembuatan kain blongket.

Lihat Juga :  Wisata Tower Ampera Mulai Beroperasi di 2025

Dimana untuk Proses pembuatan blongket ini dimulai dari Penghanian (pemintalan benang untuk membuat gintir benang). Pengrajin buat Pelimaran/pencecepan awal pembentukan motif. Kemudian pelimaran dibongkar satu-satu benangnya (pakai alat), pemalatan lalu masuk staci kemudian ditenun.

Sedangkan untuk proses pewarnaan dalam pembuatan kain blongket dibedakan dalam 2 jenis, yaitu pewarnaan basis (hasil kain lebih terang tapi kurang disarankan untuk cuci (dry clean) dan pewarnaan krosion (warna kurang terang tapi bisa dicuci).

“Proses kalau dikerjakan satu – satu memang lama, untuk menjadi satu kain blongket butuh waktu sampai 18 hari, tapi sekarang yang mengerjakan banyak dan satu-satu, misal satu motif dikerjakan dua orang sehingga dalam satu hari selasai,” katanya.

Bagi yang belum cukup familiar dengan kain blongket dan songket, maka beda blongket dengan songket hanya beda di alat tenun saja, songket alat tenun dayan, dan blongket Atbn.

“Kualitas bahan baku sama, tapi kerapihan tenun (mana kiri) itu songket , tapi kelebihan blongket lebih ringan dari songket karena bisa ditenun hanua dengan satu benang, kalau songket minimal 3 benang bisa saja songket bisa satu helai benag sangat mahal,” katanya.

Lihat Juga :  Wisata Tower Ampera Mulai Beroperasi di 2025

Dari soal harga, maka ini kembali lagi ke jenis bahan yang digunakan. Harga tergantung bahan baku, kalau bahan katun Rp150 ribu per meter tanpa jukit emas, kalau pakai emas Rp190 ribu per meter, demi Sutera 50 persen katun, dan 50 persen Sutera 195 ribu tanpa jukit, dan jukit Rp250 ribu, sutera kisaran dari Rp395 – Rp590 ribu per meter.

Kain Blongket ini, pada dasarnya untuk pasaran umum. Sampai dengan saat ini kain blongket lebih banyak dipakai dibali untuk acara adat mereka sejak 2 tahun lalu, kemudian di medan, dan Lampung yang digunakan acara – acara formal.

“Sekarang kita lebih pengembangan dengan menggunakan bahan katun, dan warna kroison dan dijahit untuk pakaian siap. Pakai seperti jas, dan lainnya,” katanya.

Reporter: Pitria
Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *