KRIMINALITAS

Besok, Dosen RG Jalani Pemeriksaan di Polda Sumsel

Sibernas.com, Palembang-Polda Sumsel menjadwalkan pemeriksaan terhadap RG, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya (FE Unsri), yang diduga melakukan pelecahan seksual terhadap mahasiswinya.

RG dijadwalkan dipanggil ke Polda Sumsel untuk memberikan keterangan, Jumat (10/12/2021) besok.

“Iya, besok dia kita panggil,” kata Kasubdit IV Renakta Polda Sumsel, Kompol Masnoni saat dikonfirmasi, Kamis (9/12/2021).

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kuasa Hukum Reza Ghasarma, Ghandi Arius mengatakan, belum menerima laporan mengenai pemanggilan terhadap kliennya.

“Kalaupun sudah ada panggilan, pastinya saya akan mendapat laporan dari klien saya. Tapi sampai jam sekarang belum ada saya terima laporan pemanggilan dari dia,” katanya dilansir dari tribunsumsel, Kamis (9/12/2021).

Meski demikian, Ghandi menyebut kliennya akan siap hadir bila dipanggil penyidik untuk memberikan keterangan.

“Oh tentu, pastinya kita siap,” ucapnya.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan mengatakan, kasus yang kini tengah menjerat Reza Ghasarma sekarang sudah meningkat ke tahap penyidikan. Dia menyebut, sebagai langkah lanjutan, penyidik sudah memanggil beberapa saksi tambahan namun panggilan itu tidak dipenuhi.

Akan tetapi Hisar sendiri enggan membeberkan siapa saksi yang menolak hadir tersebut.

“Jadinya penyidik yang jemput bola, mendatangi saksi itu untuk mendapat keterangan,” ujarnya.

Bantah dan Difitnah

Sebelumnya, RG buka suara soal dirinya yang dilaporkan tiga orang mahasiswi terkait dugaan pelecehan seksual lewat chat atau percakapan lewat aplikasi perpesanan. Dia menyebut laporan itu fitnah.

“Semua yang dituduhkan ke saya itu fitnah. Mahasiwa saya itu banyak, jadi tidak mungkin semua chat saya simpan. Saya chat hanya sebagai antara dosen pembimbing dan mahasiswanya,” kata RG kepada wartawan, Rabu (8/12/2021).

Dia mengatakan, nomor ponsel yang dilaporkan oleh para mahasiswi itu ke polisi bukan miliknya. Dia mengatakan dirinya tidak mengirim pesan yang diduga melecehkan ketiga mahasiswi itu.

“Nomor yang dilaporkan mereka itu bukan nomor saya, bukan saya yang chat ke mereka,” ucapnya.

DI, istri dosen RG juga menyesalkan foto keluarga mereka beredar di media sosial. Dia mengaku kecewa karena suaminya dihujat.

“Atas viralnya foto keluarga kami dengan kata-kata seperti itu suami saya, saya sangat kecewa,” kata dia.

Sambil mata berkaca-kaca, dia mengatakan, foto dan narasi yang beredar di media sosial itu tidak benar. Dia meminta masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Lebih bijak dalam bersosmed, jangan sembarangan, itu tidak benar. Saya tahu, karena ke mana dia saya selalu mendampingi suami saya” tuturnya.

Sebelumnya, polisi menerima empat laporan terkait dugaan pelecehan yang dialami empat mahasiswi Unsri. Ada dua dosen yang menjadi terlapor dalam kasus ini.

Pada kasus pertama, polisi telah menetapkan dosen bernama Adhitya Rol Asmi (34) sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap mahasiswi berinisial DR. Korban diduga dicabuli saat bimbingan skripsi.

Adhitya telah ditahan oleh polisi. Selain itu, Unsri telah mencopot Adhitya dari jabatannya dan memberikan sanksi berupa penundaan naik pangkat, penundaan naik gaji, hingga penundaan sertifikasi dosen. Unsri menyerahkan kasus hukum ke polisi.

Kedua, polisi masih mengusut dugaan pelecehan oleh dosen berinisial RG. Kasus ini dilaporkan oleh tiga orang mahasiswi, yakni C, F, dan D. Pelecehan diduga terjadi lewat aplikasi perpesanan.

Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *