SUMSEL

Cegah Penyebaran Covid-19, BPJamsostek Terapkan Layanan Klaim JHT Tanpa Tatap Muka

Sibernas.com, Palembang-Pandemi Covid-19 membuat semua pihak harus membuat kebijakan baru. Termasuk dalam hal layanan kepada publik. Pada 2020 lalu, BPJamsostek sudah mengeluarkan kebijakan baru berupa kemudahan dalam pencairan JHT (Jaminan Hari Tua) yang dikemas dalam Lapak Asik (Layanan Tanpa Kontak Fisik).

Dan hingga sekarang kemudahan dalam pencairan JHT masih berlangsung. Layanan ini diberikan sebagai upaya mengantisipasi dan meminimalisir penyebaran Covid-19, diantaranya dengan menerapkan protokol kesehatan.

Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Sumbagsel, Surya Rizal mengatakan, semua dokumen diunggah dan untuk verifikasi dengan peserta kami menggunakan video call. “Jadi tidak ada sentuhan sama sekali, hal ini dimaksudkan mampu mengurangi dampak penyebaran covid-19. Bahkan bagi tenaga kerja yang terkendala ataupun tidak memahami proses klaim JHT secara online, kita juga fasilitasi mereka dengan Lapak Asik On Site dimana para peserta dapat secara mandiri melakukan klaim dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Pihaknya tetap berkomitmen dalam memberikan pelayanan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, baik untuk karyawan maupun peserta yang langsung datang ke kantor BPJamsostek.

“Kini peserta yang mengalami kesulitan mengakses Lapak Asik online, dapat dilayani langsung di kantor cabang BP Jamsostek di seluruh Indonesia, karena Lapak Asik juga memiliki kanal offline, namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” jelasnya.

Lihat Juga :  Kecelakaan Bus Putra Sulung Vs Kereta Api di OKU Timur Sumsel

Ia mengatakan Lapak Asik offline ini tetap tidak mempertemukan petugas BP Jamsostek dan peserta secara langsung, sebab telah disediakan bilik- bilik yang dilengkapi layar monitor yang terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data.

Ia juga menambahkan bahwa melalui metode tersebut, setiap petugas Customer Service Officer (CSO) mampu melayani 4-6 orang sekaligus dalam waktu bersamaan yang disebut One to Many.

“Sehingga secara tidak langsung kemampuan penyelesaian klaim meningkat dan phsycial distancing tetap terjaga. Sejak diberlakukannya protokol Lapak Asik dan layanan One to Many, terjadi peningkatan jumlah peserta yang mendapat pelayanan dari BP Jamsostek,” kata dia.

Hal ini tidak lain karena adanya peningkatan kapasitas baik dari infrastruktur TI maupun personil yang bertugas di bagian Customer Service. Hingga saat ini metode One to Many telah diimplementasikan di hampir seluruh cabang BP Jamsostek, khususnya bagi kantor-kantor yang punya ruang memadai.

Sebelumnya, Anggota Dewan Pengawas BP Jamsostek, Rekson Silaban mengapresiasi langkah manajemen yang telah melakukan inovasi dalam hal pelayanan tersebut. Karena dengan adanya Lapak Asik ini peserta tetap bisa mendapatkan hak-nya dengan tetap mematuhi peraturan pemerintah terkait penanggulangan penyebaran Covid-19.

Selain itu pihaknya menilai mekanisme klaim kolektif cukup efektif untuk mempercepat proses klaim bagi perusahaan yang terpaksa melakukan PHK kepada sebagain besar karyawannya. Namun Rekson juga berharap pelaksanaan LAPAK ASIK akan terus disempurnakan agar peserta dapat merasakan kemudahan dan keamanan data tetap terjaga.

“Meski kami menyediakan kanal klaim offline, namun saya mengimbau kepada seluruh peserta BPJamsoste untuk tetap sebisa mungkin berada di rumah dan menggunakan kanal online yang telah kami disediakan, jika ingin klaim. Karena prosesnya lebih mudah dan mengurangi potensi terpapar virus Covid-19. Selain itu peserta juga dapat memanfaatkan fasilitas tracking klaim untuk mengetahui perkembangan proses klaim yang sedang mereka ajukan. Semoga dengan kita mematuhi aturan pemerintah, pandemi ini bisa segera berakhir dan ekonomi Indonesia dapat kembali seperti sedia kala,” jelasnya. (Maulana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.