SRIWIJAYA FC

Terlibat Pengeroyokan, Mahasiswa Polsri Terancam Dikeluarkan

Sibernas.com, Palembang-Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) yang terlibat pengeroyokan dinilai telah melakukan pelanggaran berat dan terancam dikeluarkan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Polsri Dr Ing Ahmad Taqwa saat diwawancarai di Polsri, Selasa (2/11/2021). Taqwa mengatakan, kasus pengeroyokan itu adalah riak kecil, karena banyak prestasi yang telah diraih mahasiswa Polsri.

“Yang salah harus bertanggung jawab. Proses hukum sudah berjalan. Kita serahkan proses hukumnya di kepolisian,” ujarnya.

Katanya, persoalan awalnya sangat sederhana, hanya masalah ego. Status mereka ada mahasiswa, dan ada alumni.

“Kita kawal juga, tanggung jawab mereka hukum sudah diproses di kepolisian,” tambah Taqwa.

Ketika ditanya sanksi yang akan diberikan kepada mahasiswa yang terlibat hukum, Taqwa menuturkan, untuk para tersangka ada proses di pengadilan. Setelah proses hukumnya telah selesai, maka dewan etik senat akan memberikan sanksi.

“Untuk sanksinya tergantung dari berat atau ringannya kesalahan. Kalau menyebabkan hilang nyawa itu berat. Kekerasan termasuk kesalahan berat, bisa skorsing, terberat bisa dikeluarkan. Tapi kita mendidik tidak harus begitu,” katanya.

Untuk upaya mediasi, Taqwa menuturkan hal itu juga diupayakan.

“Tapi kita jaga perasaan korban, pelaku bersalah, siap bertanggung jawab. Untuk mediasi kita upayakan. Antara keluarga pelaku dan korban mereka sudah komunikasi. Di dunia pendidikan tidak boleh ada kekerasan. Korban itu harus ditolong, untuk ketenangan belajar. Untuk pelaku, tebus kesalahannya,” tegas Taqw.

Reporter: Yanti
Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *