SUMSEL

Progam Pemutihan Pajak di Sumsel Mampu Meningkatkan PAD

Sibernas.com, Palembang-keringanan pajak kendaraan bermotor (PKB) progresif dan penghapusan sanksi administrasi denda bunga pajak plus denda bunga bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang dimulai 1 Oktober lalu mampu menaikkan PAD (pendapatan asli daerah) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumsel, Neng Muhaibah melalui Kepala Bidang Pajak Bapenda Provinsi Sumsel, Emi Surahwahyuni saat diwawancarai, Selasa (02/11/2021)

Emi mengatakan, Sepanjang bulan itu, realisasi PKB roda dua dan empat yang berhasil diraih mencapai Rp94.978.075.550. Bulan sebelumnya, tanpa program keringanan pajak hanya Rp89.002.777.647. “Ada kenaikan Rp5.975.297.903 pada Oktober lalu dibandingkam September. Capaian Oktober jadi rekor tertinggi sepanjang tahun ini,” katanya

Lihat Juga :  Lakukan Terobosan dan Inovasi, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN

Lanjutnya, tren kenaikan PAD dari sektor PKB masih akan tetap tinggi hingga Desember mendatang. “Hal itu sesuai dengan periode keringanan pajak yang diberlakukan selama tiga bulan (Oktober-Desember) tahun ini,” ujar Emi

Emi mengungkapkan, untuk sektor PKB (R2 dan R4) target yang ditetapkan sepanjang 2021 ini sebesar Rp958,5 miliar. Sementara sektor BBNKB (R2 dan R4) Oktober lalu terealisasi Rp86.548.844.500, bulan sebelumnya Rp85.499.016.000. “Terjadi kenaikan Rp1.049.828.500. Sektor ini menargetkan Rp926,3 miliar,” ungkapnya

Sebelumnya, Kepala Bapenda Provinsi Sumsel, Neng Muhaiba mengatakan, optimis tahun ini bisa merealisasikan target PAD Sumsel yang nilainya mencapai Rp3,254 triliun. “Program keringanam pajak yang dilakukan hingga akhir tahun nanti, cukup efektif menggerakkan masyarakat untuk taat membayar pajak. Maka dari itu kami optimis bisa merealisasikan target PAD 100 persen,” katanya

Lihat Juga :  Lakukan Terobosan dan Inovasi, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN

Lebih lanjut diungkapkannya, Hingga 28 Oktober, PAD dari 5 Sektor pajak telah mencapai 80 persen. Untuk PKB sudah mencapai Rp816 miliar (85,16 persen) dan BBNKB Rp746 miliar (80,58 persen). Sedangkan untuk Pajak Air Permukaan (PAP) Rp9 miliar dari target Rp12 miliar (79,47 persen), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) Rp754 miliar dari target Rp827 Miliar (91,19 persen) dan Pajak Rokok Rp460 miliar dari targer Rp528 miliar (86,99 persen). “Totalnya sudah mencapai Rp2,7 Triliun atau 85,67 persen,” ungkap Neng (MN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *