Uncategorized

Menciptakan Keluarga Sakinah, Mawaddah dan Warahma

Sibernas.com, Palembang-Menjaga dan menjalani kehidupan berumah tangga yang harmonis dan bahagia tentunya bukan perkara mudah.

Pengamat dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (RF) Palembang Prof Dr Abdullah Idi, MEd, mengatakan, dalam Islam, keluarga harmonis adalah keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Atau bisa diartikan dengan keluarga yang damai tentram, penuh cinta kasih atau harapan, dan kasih sayang.

Hal yang paling utama yaitu mendapatkan keridhoan Allah subhanawata’allah dalam membangun kehidupan rumah tangga. Rasulullah, Nabi Muhammad SAW telah menunjukkan kepada bagaimana menjaga ikatan keluarga dalam Islam.

“Untuk membangun keluarga yang harmonis perlu didukung dengan pedoman ajaran agama yang dianut,” kata Abdullah Idi, Minggu (31/10/2021).

Dalam konteks sosiologi, orang yang hendak menikah tentu perlu mempersiapkan beberapa hal seperti kematangan sosial ekonomi, mental, korelasi, pentingnya pendidikan pengetahuan dan agama.

Melihat dari berbagai sumber, Rasulullah sangat mengayomi istrinya. Sebagai contoh, saat Rosulullah menikahi khadijah yang berjarak usia lumayan jauh. Pada saat itu rasulullah menginjak usia 25 tahun dan khadijah 40 tahun.

Ia mengatakan, jarak usia dalam pernikahan tidak di permasalahkan asalkan peran laki-laki sebagai pemimpin bagi keluarganya, sedangkan istri pemimpin bagi rumah tangganya.

“Kepemimpinan rasulullah dalam berumah tangga sangat menghargai anggota keluarga dan menghargai wanita. Sebagai contoh kecil, jika terdapat pakaian robek Rasulullah biasa menjahit sendiri. Kebanyakan di dalam rumah tangga sekarang, urusan seperti itu biasa dikerjakan wanita tapi rasulullah bisa melakukan hal itu sendiri. Rasulullah bisa mengerjakan sendiri tidak hanya bertumpu di wanita saja,” katanya.

Menikah juga harus sudah dalam kondisi Akil balilgh, yang dalam arti kematangan dari segi usia, kemapaman sosial ekonomi dan pendidikan.

“Berkeluarga itu juga nantinya harus mendidik anak anak yang tangguh. Oleh sebab itu, harus memiliki orangtua yang mempunyai kemampuan pendidikan, kekuatan ekonomi dan mengayomi keluarga besar,” katanya.

Reporter: Tri Jumartini
Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *