SUMSEL

Nasabah BNI di Palembang Kecewa, Masuk Bank Harus Tunjukkan Kartu Vaksin

Sibernas.com, Palembang-Sejumlah nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) kecewa karena tidak bisa melakukan transaksi karena harus menunjukkan kartu sertifikat vaksin Covid-19. Nasabah yang belum divaksin tidak boleh masuk ke dalam bank.

Aturan ini diterapkan di BNI Cabang Kertapati, di mana nasabah yang ingin melakukan transaksi harus menunjukkan kartu vaksin tahap 2 dan kartu tanda penduduk (KTP). Bahkan, nasabah yang sudah vaksin tahap pertama tetap tidak diperbolehkan masuk.

“Tadi saya mau transaksi di BNI Cabang Kertapati, tapi tidak diperbolehkan masuk karena belum vaksin,” kata Yani (40), salah seorang nasabah BNI kepada Sibernas.com, Senin (11/10/2021).

Yani mengatakan, security bank meminta nasabah menunjukkan kartu vaksin tahap dua jika ingin melakukan transaksi perbankan. Kalau tidak ada tidak boleh masuk.

“Saya belum bisa vaksin karena baru selesai melahirkan, jadi disuruh swab tes antigen. Jelas ini sangat merugikan nasabah karena setahu saya tidak ada aturan masuk bank harus vaksin,” katanya.

“Dan benar saja. Saya lalu pindah ke BNI Pusat di Jalan Jenderal Sudirman dan benar saja tidak ada aturan itu. Saya bisa masuk melakukan transaksi tanpa harus menunjukkan kartu vaksin. Yang jadi pertanyaan, kenapa aturan di pusat dan cabang berbeda,” keluhnya.

Rahman, salah satu nasabah penerima bantuan pemerintah juga kecewa tidak bisa melakukan transaksi karena belum divaksin.

“Tadi saya mau ambil bantuan pemerintah, tapi disuruh pulang karena belum vaksin. Saya juga disuruh menunjukkan hasil swab test antigen jika ingin bertransaksi,” sesalnya.

Sementara itu, dari pihak BNI Kantor wilayah Palembang menyebut aturan tersebut memang mulai berlaku hari ini dan memang sudah diarahkan oleh kantor pusat. Bahkan untuk seluruh, baik untuk pegawai maupun nasabah.

“Iya, baik pegawai maupun nasabah masuk ke lingkungan BNI harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Namun kami juga masih menunggu pemberitahuan dari Marcom pusat, nanti kami sosialisasi ke pihak media,” kata Servis Manajemen BNI Palembang, Dion dilansir dari Urban Id.

Dion juga mengakui hari ini pihaknya menerima laporan nasabah yang kaget karena harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Namun Dion juga membenarkan, jika terjadi kendala pada aplikasi, wajib menunjukkan sertifikat vaksin karena juga mengacu kepada aturan pemerintah.

Lihat Juga :  13 Hari Masa Posko Lebaran Idul Fitri 1445 H, KAI Divre III Angkut 40,202 Pelanggan

“Untuk vaksin satu atau dua, masih jadi acuan. Pemerintah memang wajib vaksin 2, dari BNI masih akan dibahas,” katanya.

Selain itu, jika nasabah belum vaksin, Dion juga menyebut nasabah juga wajib menunjukan hasil swab antigen.

“Mulai hari ini sudah berlaku, makanya memang masih banyak nasabah yang lapor, namun saat ini masih kami kondisikan,” katanya.

Dio bilang kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh cabang, termasuk di cabang utama Jalan Sudirman. Saat ini pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak security untuk edukasi ke nasabah dengan cara atau penyampaian agar mudah dipahami.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan Hari Widodo mengatakan, BI tidak mengatur soal ketentuan syarat masuk kantor layanan seperti vaksin dan lain-lain. BI menilai hal itu mungkin kebijakan yang diterapkan oleh perbankan.

“Mungkin bisa saja kebijakan penerapan protokol kesehatan oleh bank,” katanya.

Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.