EKONOMI

Samsat Palembang IV Launching Pembayaran Pajak Kendaraan Dengan Aplikasi Qris

Sibernas.com, Palembang-Untuk memudahkan wajib pajak membayar pajak kendaraan, Samsat Palembang IV bekerjasama dengan Bank Sumsel Babel (BSB) melaunching pembayaran pajak menggunakan aplikasi Qris. Launching bertempat di Kantor Samsat Palembang IV, Jumat (8/10/2021).

Kepala UPTB Samsat Palembang lV Derga Karenza mengatakan, dengan launching pembayaran Qris, maka wajib pajak tidak menumpuk dan tidak terlalu lama mengantri dan angkanya lebih akurat.

“Jumlah wajib pajak yang ada di samsat ini untuk bulan ini mungkin ada sekitar 70 ribuan. Sementara pada tahun 2020 sampai akhir tahun ada 88 ribu wajib pajak,” kata Derga.

Ketika disinggung penunggakan, Derga menuturkan, tidak ada. Karena Samsat Palembang lV ini berdiri tahun 2020 dengan target tiga bulan, jadi sudah melewati target. Jadi tidak ada yang menunggak di Samsat Palembang IV.

“Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
dan Biaya Pemilik Nama Kendaraan Bermotor (BPNKB) di Sumsel, Palembang lV yang paling tinggi pencapaiannya. Hari ini Samsat Palembang lV capaian PKB paling tinggi,” terang Derga.

Lihat Juga :  COMPUTEX 2024: QNAP Membawa Solusi Penyimpanan dan Jaringan dalam AI, Manufaktur Cerdas, High Availbility, Cloud, Pengeditan Video, dan Air Gap Backup

Direktur Operasional Bank Sumsel Babel (BSB) Oktiandi menambahkan, dengan prakarsa dari Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Samsat Palembang lV, dilakukan launching layanan ke masyarakat untuk wajib pajak terutama kendaraan melalui salah satunya adalah aplikasi Qris.

“Ini secara nasional memang kita ketahui bahwa transaksi transaksi untuk masyarakat sudah semakin berkembang dan diarahkan ke bank tunai. Bank tunai itu salah satu lebih memudahkan lagi masyarakat adalah bentuk Qris ini,” ucap Oktiandi.

Dia menerangkan, Qris ini adalah standar nasional dan bisa digunakan apa saja.

Alhamdulillah, pagi hari ini dimulai dari pak Derga terutama di Sumatera Selatan untuk melaksanakan transaksi melalui Qris,” bebernya.

Qris ini sendiri sudah bisa digunakan oleh aplikasi apa saja, termasuk disitu ada, Gopay, Oppo, termasuk aplikasi banking bank, sehingga masyarakat tidak lagi, artinya tidak lagi harus uang tunai seperti yang selama ini dilakukan.

“Kalau misalnya ada angka koma koma, pembayaran tetap angka itu saja, jadi betul betul memberikan kemudahan, kenyamanan bagi masyarakat. Memang sebagaimana pula arahan dari pak Gubernur, awalnya memang sebagaimana kita rasakan saat ini, semua transaksi sudah ke non tunai,” tambah Oktiandi.

Oktiandi menuturkan, layanan pemerintah pun terkait juga dengan pajak harus juga dilayani dengan secara non tunai.

“Hanya dokumennya tetap, kita foto barcode kirim via Whatsapp (WA) scane dari rumah bisa, asal photo barcodenya jelas, hasilnya bisa transaksi di mana saja,” katanya.

Reporter: Yanti
Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *