PENDIDIKAN

4.400 Dosis Astra Zenecca Untuk Umum di Poltekpar Jakabaring

Sibernas.com, Palembang-Untuk mencapai herd immunity 70%, pemerintah gencar melakukan vaksinasi Covid-19. Capaian saat ini baru 37%. Salah satunya vaksinasi massal yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Palembang, Gojek dan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang, Rabu (8/9/2021) di Poltekpar, Jakabaring.

Masyarakat sebelumnya sudah melakukan pendaftaran secara online. Vaksinasi dilakukan selama empat hari kedepan (8-11 September) dengan kuota 4.400 atau 1.100 dosis perhari.

PLT Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Fauziah mengatakan, vaksinator yang bertugas berasal dari tujuh puskesmas yang berdekatan dengan lokasi.

“Vaksin yang disiapkan 550 vial atau setara dengan 4.400 dosis, satu vial untuk 8 orang,” kata Fauziah, Rabu (8/9/2021).

Antusias masyarakat untuk vaksinasi sangat meningkatkan. Pihaknya terus berupaya ketersediaan vaksin selalu lancar. Kota Palembang masih mempunyai sekitar 79 ribu dosis yang akan dibagi untuk dosis satu dan dosis kedua.

“Vaksinasi massal yang dilakukan ini cukup berdampak pada percepatan capaian. Kita harap kerjasama dengan pihak-pihak luar semakin banyak agar bisa tercapai target vaksinasi 1,2 juta penduduk,” katanya.

Setiap pekan diakui Dinkes Distribusi vaksin lancar namun jumlahnya memang masih terbatas. Dari jumlah vaksin yang diterima Kota Palembang kemudian dibagi kembali porsinya seperti ke TNI dan Polri.

“Distribusi vaksin juga kita bagikan ke Faskes-faskes yang melayani vaksinasi seperti puskesmas dan rumah sakit. TNI Polri juga mendapatkan alokasi untuk Vaksinasi,” katanya.

Dalam waktu dekat juga, vaksinasi untuk siswa akan kembali dilakukan. Untuk vaksinasi anak sekolah diharapkan pihak sekolah yang mengajukan surat permohonan dan bisa membantu menyediakan lokasi dan massa/sasaran vaksinasi dalam hal ini siswanya.

“Besok di MAN 3 Palembang ada sekitar 1.000 siswa yang akan di vaksin,” tambahnya.

Masyarakat yang usai di vaksin juga tetap harus memperhatikan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Karena beberapa kali ada yang mengalami gejala, nyeri pada bekas suntikan dan lainnya.

“Jika terjadi KIPI yang berlebihan bisa menghubungi petugas yang nomornya tertera di keras vaksin yang diberikan petugas setelah vaksinasi, upayakan istirahat setelah divaksin,” ungkap Fauziah.

Reporter: Pitria
Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *