SUMSEL

Deru : Sumsel Hanya Kota Palembang Yang Lanjut PPKM level 4

Sibernas.com, Palembang-Dari 4 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang sebelumnya menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, kini hanya satu Kabupaten/kota yang kembali menerapkan PPKM Level 4. Hal ini diungkapkan Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat diwawancarai di Kantor Pemprov Sumsel, Selasa (10/08/2021)

Deru mengatakan, sebelumnya di Provinsi Sumsel ada 4 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 4 yaitu Kota Palembang, Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Musi Rawas (Mura). Sekarang atau saat ini tinggal 1 Kabupaten/kota yang melanjutkan penerapan PPKM level 4. “Untuk di Provinsi Sumsel hanya Kota Palembang yang kembali menerapkan PPKM level 4,” katanya

Lanjutnya, kembali diterapkannya PPKM Level 4 di Kota Palembang ini sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 30 Tahun 2021 yang diteken Menteri Dalam Negeri (Mendagri),Tito Karnavian pada 9 Agustus 2021. “Penerapan PPKM Level 4 di Kota Palembang ini berlaku hingga 23 Agustus 2021 mendatang,” ujar Deru

Deru menjelaskan, dilanjutkannya penerapan PPKM Level 4 di Kota Palembang harus disikapi dengan penuh rasa tanggung jawab. Dan untuk kepala daerah jangan salah dalam menata gestur agar masyarakat tidak menjadi Panik dan tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). “Peran pemimpin mulai dari Ketua RT, Kades, Lurah, Camat, Walikota, tanamkan di jiwanya untuk memproteksi masyarakat. Agar masyarkat kita tidak terjangkit Covid-19,” jelasnya

Lebih lanjut diungkapkannya, jika ada yang terpapar tanpa gejala disiapkan tempat isolasi mandiri. Khususnya di level 4 sudah disiapkan 1000 kamar lebih dan free semua di tanggung termasuk makan. “Untuk level 2 dan 3, Pemprov Sumsel memback up pangannya. kita siapkan beras sebanyak 1000 ton, jadi tinggal menunggu usulan per komunitss di seluruh Sumsel,” ungkap Deru seraya menambahkan bahwa yang paling penting adalah kesadaran masyarakat atas kedisiplinan bukan karena tekanan, bahwa disiplin Prokes bukan karena takut hukuman tapi dari diri sendiri untuk memproteksi diri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, Lesty Nuraini mengatakan, dengan adanya PPKM ini mulai ada sedikit penurunan kasus konfirmasi positif Covid-19. “Memang kita memerlukan kerjasama seluruh lintas sektor, karena Covid-19 ini kan efeknya tidak hanya Kesehatan tapi juga ekonomi. Jadi ekonomi tidak boleh terganggu dan kesehatan tetap terjaga. Itu bukan hal yang mudah,” katanya

Lanjutnya, untuk tracing sesuai intruksi Presiden harus menjalankan 3T (testing, tracing, dan treatment), yang merupakan grand design untuk penyakit menular. “Seperti di Palembang testingnya harus 3000 lebih per hari, ini masih belum tercapai. Sebab memang tidak mudah, karena sarannya seperti alat tesnya harus mencukupi,” ujar Lesty

Lesty menambahkan, setelah di tes kalau positif harus ditreatment. Artinya tempat isolasi mandirinya harus ada dan isolasi terpusat seperti wisma atlet juga ada. “Lakukan tes secara cepat dan jika ada yang positif dilanjutkan treatment agar tidak menular kemana-mana,” katanya

Reporter : Maulana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *