SUMSEL

Bantah Hoaks, Polda Sumsel: Dana Rp2 Triliun Belum Bisa Dicairkan

Sibernas.com, Palembang-Pernyataan Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro yang menyatakan bahwa Heriyanti anak bungsu almarhum Akidi Tio tersangka dibantah secara tegas Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi saat memberikan keterangan pers di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Provinsi Sumsel, Senin (2/8/2021)

Supriadi mengatakan, Heriyanti yang anak bungsu almarhum Akidi Tio belum berstatus tersangka melainkan masih dalam proses pemeriksaaan.

“Statusnya masih dalam proses pemeriksaan. Kita panggil yang bersangkutan ini untuk memastikan uang Rp2 triliunnya ada atau tidak. Sampai saat ini Heriyanti masih di atas (ruang pemeriksaan),” katanya

Dirinya meminta kepada awak media untuk mendapatkan informasi hanya dari pihak yang berwenang di Polda Sumsel, yakni dari Kapolda Sumsel langsung ataupun dari Dirkrimum dan Kabid Humas Polda Sumsel.

Lihat Juga :  Libur Idul Fitri 1445 H, 188,481 Orang Naik LRT

“Yang berwenang itu Kapolda, Dirkrimum sebagai pihak yang melakukan pemeriksaan dan juga Kabid Humas. Jika ada informasi dari pihak lain, kami tidak bertanggungjawab,” ujar Supriadi

Supriadi menjelaskan, terkait uang sebesar Rp2 triliun tersebut bukanlah prank atau Hoaks. Bantuan tersebut rencananya akan dikirimkan melalui bilyet giro.

“Tidak ada prank, karena Akidi Tio ini benar adanya. Rencananya bantuan ini akan disalurkan melalui bilyet giro. Namun pada waktunya, bilyet giro ini belum bisa dicairkan karena ada teknis yang harus diselesaikan. Dan hari ini Ibu Heriyanti kita undang ke Polda, bukan ditangkap. Kita tidak tangkap dia tapi diundang untuk klarifikasi atas penyerahan bilyet giro ini dan sampai saat ini masih pemeriksaan soal bantuan itu,” jelasnya

Lihat Juga :  13 Hari Masa Posko Lebaran Idul Fitri 1445 H, KAI Divre III Angkut 40,202 Pelanggan

Lebih lanjut diungkapkannya, pihaknya membutuhkan waktu untuk bisa menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut.

“Bilyet giro ini melalui Bank Mandiri, karena itu yang bersangkutan ke Bank Mandiri. Kita tadi tunggu sampai jam 2 siang, maka setelah itu kita undang yang bersangkutan ke Polda,” ungkap Supriadi

Supriadi menambahkan, jika nantinya ini adalah prank, pihaknya tentu akan memproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kita akan proses sesuai yang berlaku, tapi yang bersangkutan masih diperiksa. Bilyet giro kan belum cair masih menunggu dana dan statusnya belum masuk. Kita juga nanti akan telusuri darimana sumber dana bantuan ini,” katanya.

Reporter: Maulana
Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.