SUMSEL

PPKM Mikro Diperketat, ASN Pemprov Sumsel Hanya 25 Persen WFO

Sibernas.com, Palembang-Dengan Diberlakukannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro secara ketat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menerapkan kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya 25 Persen yang Work From Office (WFO). Hal ini diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Provinsi Sumsel, Septriandi Setya Permana SSTP saat diwawancarai di Kantor Pemprov Sumsel, Jum’at (09/07/2021)

Septriandi mengatakan, Pemprov Sumsel telah resmi mengeluarkan surat edaran nomor : 800/4084/BKD.I/2021 tentang sistem kerja aparatur sipil negara selama PPKM berbasis mikro di Provinsi Sumsel. “Dengan telah diberlakukannya ini maka sistem Kerja ASN selama PPKM di Lingkungan Pemprov Sumsel dilaksanakan melalui Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) dengan pengaturan 25 persen yang hadir secara langsung dan dibagi per shif,” katanya

Lihat Juga :  Cegah Kemacetan di Jalur Lintas Sumatera, Truk Mobil Betonase Besar Dikandangkan

Lanjutnya, Untuk Senin-Kamis yang shit pagi pukul 07.30 hingga 12.00 WIB dan shif siang pukul 12.00 hingga 16.00 WIB. Sedangkan hari Jumat shif pagi pukul 07.30 hingga 11.30 WIB dan shif siang pukul 11.30 hingga 16.30 WIB. “Kita ikuti aturan yang ada, maka kita bagi ASN yang masuk sebesar 25 persen dengan aturan shift pagi dan siang,” ujar Septriandi

Septriandi mengungkapkan, pihaknya saat ini masih mengatur siapa yang bakal masuk pagi dan siang serta siapa yang WHF. Jadi jadwalnya masih diatur, namun meskipun begitu yang hadir sudah mulai dikurangi. “Di sini kapasitasnya 20 orang, maka yang hadir nantinya 5 orang per shif dan sisanya WHF. Meskipun WFH harus tetap stand by dan bekerja dari rumah,” ungkapnya

Lihat Juga :  ### Hadiri Nuzulul Quran di OKU Timur, Pj Gubernur Agus Fatoni Bagikan Ratusan Paket Sembako

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumsel, Henny Yulianti, SIP MM mengatakan, pihaknya juga mengikuti surat edaran yang telah dikeluarkan Pemprov Sumsel. “Seusai surat edaran yang masuk hanya 25 persen, dan dibagi dua shif. Sisanya WFH dari rumah,” katanya singkat

Reporter : Maulana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.