PALEMBANG

Trans Musi Angkut 1,9 Juta Penumpang Dalam Satu Tahun

Sibernas.com, Palembang-Meskipun di masa pandemi Covid-19, masyarakat Kota Palembang tetap memilih menggunakan transportasi umum, salah satunya Trans Musi. Dalam satu tahun ini, tercatat telah melayani 1,9 juta penumpang.

Trans Musi yang kini dikenal juga dengan Teman Bus dikelola oleh PT Trans Musi Palembang Jaya (TMPJ) sejak 2 Juni 2020. Teman Bus Trans Musi yang merupakan program Buy The Service Kementerian Perhubungan ini masih gratis melayani di empat koridor.

Direktur Utama PT Trans Musi Palembang Jaya (TMPJ) Anthony Rais mengatakan, setelah satu tahun operasional sejauh ini kehadiran Teman Bus sangat dirasakan manfaatnya. Trans Musi ini tetap menjadi pilihan transportasi umum oleh masyarakat.

“Tahun pertama ini, sebanyak 66 bus yang operasional untuk melayani empat koridor yang telah ditentukan,” kata Anthoby di sela perayaan HUT ke-1 PT TMPJ, Rabu (2/6/2021).

Empat koridor Teman Bus ini yakni Alang-Alang Lebar – Dempo, Sako – Asrama Haji, Jakabaring- Plaju dan Alang-Alang Lebar – Talang Jambe. Untuk operasional bus besar yakni ada 19 bus dan 2 cadangan. Sedangkan bus kecil ada sebanyak 40 bus dan 5 cadangan.

Lihat Juga :  Ini Harga Hewan Kurban Idul Adha 2024 di Palembang

Sesuai dengan ketentuan, bus tidak boleh melanggar aturan seperti diantaranya harus siap operasional, kecepatan tidak boleh di atas 50 Km/ jam, kondisi bus harus bersih, supir tidak boleh mengantuk dan merokok.

“Dalam satu tahun ini ada kena denda Rp4-9 juta per bulan karena melanggar seperti terlambat, kaca bus kotor, kecepatan,” katanya.

Selain di kantor, kementerian dapat langsung memantau bus yang jalan dari pusat. Selain itu ada juga petugas dari pusat yang ditempatkan di Palembang dimana setiap harinya mengecek kondisi bus.

“Dan mobil kita ini juga dilengkapi dengan CCTV baik di depan, belakang dan di dalam gunanya untuk mengawasi aktivitas baik dari supir dan operasional bus ini,” tambah dia.

Untuk jam operasional Teman Bus imulai pukul 04.30 sampai 20.30 WIB. Hingga saat ini untuk tarif masih gratis, dan mereka belum tahu kapan akan ada tarif tertentu sampai ditetapkan oleh Kemenhub.

Antoni mengatakan, di tahun ini belum ada penambahan bus. Namun pihaknya berencana akan melakukan perubahan bus listrik.

“Rencana kita akan lakukan perubahan bus ke bus listrik jika masa mobil ini habis. Rencananya bus listrik ini akan kita gunakan pada tahun 2023,” katanya.

Ia mengatakan, bus listrik ini jauh lebih baik dibandingkan bus saat ini. Terutama tidak bising dan amah lingkungan. Mobil bus listrik ini juga sudah dipakai di Surabaya, Bandung dan beberapa kota besar lainnya.

Reporter: Pitri
Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *