PALEMBANG

Warga Kota Palembang Dilarang Mudik

Sibernas.com, Palembang-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melarang masyarakat untuk mudik lebaran. Langkah ini dilakukan karen penyebaran zona merah Covid-19 di kelurahan terus meluas, dan aturan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, saat ini sudah dibentuk posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di setiap kelurahan. Setiap kelurahan terutama yang masuk zona merah, camat dan lurah harus memasang benner/ spanduk pemberitahuan bahwa wilayah itu zona merah.

“Setiap kelurahan zona merah harus memasang benner pemberitahuan bahwa anda memasuki kawasan zona merah. Ini baru diterapkan di Kalidoni,” kata Dewa, Senin (26/4/2021).

Hingga saat ini zona merah ada di 62 kelurahan, di antaranya dari kecamatan zona merah tertinggi yakni Ilir Barat Satu, Plaju, dan Sukarame. Maka perlu adanya pengetatan, pihaknya sudah meminta Dishub dan Satpol PP patroli ke perbatasan dan terminal karena Palembang berada di titik perlintasan.

Lihat Juga :  Sembako Gratis Untuk Atasi 12.812 Orang Miskin Ekstrem di Palembang

“Sesuai aturan Kemenhub pun masyarakat dilarang untuk mudik, termasuk kita dilarang untuk keluar kota atau dilarang mudik,” katanya.

Ketua DPRD Kota Palembang Zainal Abidin mengisyaratkan agar semua anggota dewan untuk tak mudik dahulu mengingat peningkatan kasus Covid-19 kembali bertambah.

“Pada prinsipnya sebagai pimpinan DPRD dirinya mengikuti aturan dari Pemerintah Pusat. Kita berharap atas larangan mudik ini bisa berdampak baik dengan tidak bertambahnya kasus Covid-19,” tegas Zainal.

Zainal mengimbau agar anggota DPRD dapat sementara waktu membatasi mobilitas termasuk menunda rencana mudik.

“Untuk sanksi ini sebenarnya kembali ke personal masing-masing tapi yang pasti jika melanggar aturan pemerintah tentu ada pengenaan sanksi,” katanya.

Di sisi lain, DPRD juga menyoroti soal penanganan Covid-19 di Palembang. Terutama menyangkut para pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Zainal berharap, pengawasan untuk pasien isolasi mandiri ini dapat lebih diperketat, jangan sampai pasien yang harusnya isolasi mandiri namun justru keluyuran ke rumah tetangga.

“Sebaiknya di RS agar bisa mendapatkan penanganan secara maksimal oleh dokter,” katanya.

Reporter: Pitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.