SUMSEL

Sektor Ini Jadi Penyumbang Terbesar Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

Sibernas.com, Palembang-Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan (Sumsel) mencatat adanya kenaikan ekspor terutama di sektor pertanian. Pertanian pun menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi di Sumsel.

Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih mrngatakan, peningkatan ekspor tersebut meningkat hingga angka US$4,45 juta pada Februari 2021 dibandingkan bulan sebelumnya.

“Sektor pertanian nilai eskpornya meroket capai 74,80 persen karena ditopang oleh ekspor kelapa. Pengiriman yang tinggi mendongkrak nilai ekspor khususnya sektor pertanian,” kata Tri, Rabu (17/3/2021).

Ia mengatakan, sektor pertanian memberikan sumbangsih tinggi terhadap akumulatif pertumbuhan ekonomi di Sumsel. Terlebih komoditas kelapa dari hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan lada hitam memberikan kontribusi transaksi tinggi.

Lihat Juga :  KAI Divre III Palembang Berangkatkan 11 Ribu Penumpang Kereta Api

“Pertanian memberikan warna sendiri di Sumsel selama COVID-19. Satunya karena didukung oleh ekspor kelapa ke Tiongkok,” katanya.

Endang mengatakan, secara tahunan (year on year) ekspor pertanian di Sumsel terbilang fantastis lantaran BPS mencatat adanya pertumbuhan hingga 900,52 persen secata menyeluruh. Kendati demikian, kontribusi sektor tersebut terhadap nilai ekspor Sumsel masih rendah hanya 0,92 persen.

“Ini menjadi potensi yang bila dikembangkan akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” tambahnya.

Menurutnya, ekspor kelapa dalam perdagangan luar negeri memiliki peranan penting dalam perekonomian dan pembangunan suatu daerah. Kegiatan perdagangan luar negeri, terutama ekspor merupakan salah satu sumber terbesar bagi penerimaan devisa.

Lihat Juga :  PT KAI Divre III Palembang Salurkan 23 Ekor Hewan Kurban

“Dengan devisa negara/daerah dapat membeli barang-barang impor yang dibutuhkan untuk
konsumsi dan menunjang sektor industri,” katanya.

Dibandingkan dengan ekspor pertanian di Sumsel yang mengalami kenaikan nilai transaksi. Ekspor migas dan nonmigas justru mengalami penurunan pada Februari 2021 dibanding Januari 2021 sebesar 6,78 persen.

“Turunnya nilai ekspor nonmigas sebesar 8,36 persen, sedangkan nilai ekspor migas naik sebesar 82,77 persen. Sedangkan, dari sisi volume, ekspor Sumsel pada Februari mengalami penurunan 21,93 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” pungkasnya.

Reporter: Pitri
Editor: Ferly M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *