PALEMBANG

Membaik, Kasus Aktif Covid-19 di Palembang Tersisa 462 Pasien

Sibernas.com, Palembang-Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Palembang mulai menunjukkan perbaikan. Dari data sebaran kasus yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, Kamis (24/9/2020), terjadi peningkatan jumlah pasien sembuh sebanyak 23 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bidang Kesehatan Yudhi Setiawan mengatakan, dari total kasus Covid-19 yang ada di Kota Palembang mencapai 2.959 kasus, tersisa kasus aktif 462 kasus.

“Berdasarkan data 234 orang yang di rawat di RS dan 235 orang yang isolasi mandiri di rumah,” kata Yudhi.

Pelaksanaan prosedur isolasi mandiri diperuntukkan bagi pasien tanpa gejala/gejala ringan pascarumah sehat yang menjadi lokasi penampungan pasien Covid-19 tanpa gejala di Jakabaring, kata dia, tidak lagi menerima pasien.

“Walau kondisi sudah jauh membaik untuk di Palembang, tapi masyarakat harus tetap waspada dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Status zona bisa saja berubah bila masyarakat kembali tidak disiplin untuk melakukan pencegahan Covid-19, karena kondisi pandemi juga belum berakhir,” lanjut dia.

Lihat Juga :  Ini 92 Nama Pejabat Eselon 3 Pemkot Palembang yang Dirolling

Bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah, Dinkes memberikan langkah-langkah pencegahan dan tata laksana isolasi agar tak menulari anggota keluarga lain. Pertama, orang yang terinfeksi Covid-19 di dalam rumah tetap harus menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, walaupun di dalam rumah.

Kedua, yang bersangkutan tidur diupayakan di kamar terpisah dan tidak ada orang lain. Terakhir, alat makan seperti sendok, piring dan gelas harus diberikan terpisah, dan diyakinkan dicuci dengan air mengalir dan sabun.

“Setelah selesai 14 hari masa isolasi mandiri bila yang bersangkutan tetap tidak ada gejala atau gejala membaik maka dianggap selesai atau sembuh, tidak perlu lagi di swab. Tetapi bila dalam 14 hari masa isolasi mandiri di rumah gejala menjadi lebih berat maka harus dirawat di RS,” katanya.

Lihat Juga :  92 Pejabat Pemko Palembang Dibongkar, Mulai dari Lurah Hingga Camat

Walau tidak dalam perawatan langsung oleh tenaga medis dan Dinkes, namun pihaknya mengaku akan tetap memantau perkembangan kondisi pasien yang diminta melakukan isolasi di rumah. Biasanya bagi kasus positif asimptomatik (tanpa gejala), kegiatan menjaga imunitas tubuh menjadi hal utama yang mendasar.

“Dinkes Palembang akan memantau rutin agar proses isolasi tidak menimbulkan kasus baru,” tegas Yudhi.

Rawat inap di rumah sakit harus benar-benar ditempati dan diberikan untuk pasien yang membutuhkan tindakan, atau pasien dengan kondisi kesehatan yang membutuhkan perawatan medis langsung. Seperti pasien dengan bantuan alat pernapasan atau ventilator.

“Melihat risiko kematian kalau keadaan rumah sakit penuh, karena prioritas pasien rawat inap terseleksi agar nyawa bisa terselamatkan,” dia menuturkan.

Reporter: Kamayel Ar-Razi
Editor: Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *