PALEMBANG

Pengurusan Uji KIR Timbulkan Kemacetan di Jalan Kolonel Burlian

Sibernas.com, Palembang-Setelah sembat ditutup selama lima bulan lantaran Pandemi Covid-19, tempat Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR) di Jalan Kolonel H Burlian kembali dibuka. Akibatnya kendaraan membludak untuk antre mengurus KIR, dan membuat kemacetan di jalanan yang cukup panjang.

Salah satu warga Kota Palembang, David mengaku sudah mengantri dari pukul 06.30 WIB, namun sudah kehabisan nomor antrian. Padahal ia meyakini sudah sangat pagi datang dengan membawa kendaraan ke kawasan KM 7 tersebut.

“Saya sudah dari pagi tapi petugas mengatakan sudah tidak ada lagi nomor antrian, ada yang mengantri dari pukul 04.30, sudah mengantri panjang tapi tidak dapat nomor antrian, saya curiga banyak calo yang bermain,” katanya, Rabu (2/9/2020).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus Rizal mengatakan, untuk mengantisipasi membludaknya kendaraan, Dishub Kota Palembang juga melayani pengurusan KIR hingga hari Sabtu sampai kondisi kembali normal.

Lihat Juga :  Ratusan Wartawan di Palembang Meriahkan HUT Kota Palembang Dengan Lomba Gaple

“Ini murni karena banyaknya yang mau urus izin, karena kemarin sempat kita tutup karena Covid,” katanya.

Untuk menertibkan kemacetan tersebut pihaknya sudah menurunkan petugas untuk mengatur lalu lintas di sepanjang Jalan Kolonel H Burlian tersebut.

“Dan petugas kami juga sudah menginfokan kepada mereka untuk tidak melakukan antrian di pinggir jalan yang bisa mengakibatkan kemacetan, karena target per hari pengurusan KIR sebanyak 250 kendaraan,” beber dia.

Agus mengatakan, untuk biaya mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2011 dan pada bulan depan ada kenaikan tarif pengujian mengingat sudah ada Perwali baru untuk pembayaran tarif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

“Awalnya kami menargetkan di APBD induk kontribusi dari uji KIR ini sebesar Rp4,2 miliar, namun karena adanya wabah Covid dan pelayanan PKB sempat tutup turun menjadi Rp2 miliar, dan sekarang baru terealisasi sebesar Rp600 juta,” jelasnya.

Bahkan dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan jasa calo, dan jika ditemukan ada calo maka diimbau untuk segera melaporkan.

“Di sana ada petugas yang mengatur teknisnya, jika ditemukan ada calo silakan lapor ke petugas di lapangan,” katanya.

Bahkan saat ini sistem pengujiannya sudah menggunakan BLUE (Bukti Lulus Uji Emisi) yang dulu menggunakan buku KIR dan sekarang menggunakan Smart Card.

“Dengan adanya sistem baru ini kendaran wajib hadir karena ada CCTV yang dipasang untuk memastikan bahwa kendaraan benar diuji,” katanya.

Reporter : Kamayel Ar-Razi
Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *