EKONOMI

Serapan ABPD Provinsi Sumsel Capai 31,7 Persen

Sibernas.com, Palembang-Dari awal tahun 2020 hingga 14 Juli 2020, pemerintah Provinsi Sumsel telah menyerap Anggaran Belanja Pemerintah Daerah (APBD) Provinsi Sumsel sebanyak 4,177 Triliun atau sekitar 31,7 persen. Hal ini disampaikan Gubernur Sumsel melalui Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar saat memberikan keterangan terkait serapan anggaran di Ruang Rapat Sekda Provinsi Sumsel, Jum’at (17/07/2020)

Nasrun mengatakan, semula saat pertemuan Presiden RI dengan para gubernur terkait percepatan penyerapan APBD di Istana Kepresidenan, Bogor, Rabu (15/7) lalu, Presiden Joko Widodo memaparkan penyerapan APBD Sumsel baru mencapai 16 persen. Namun data itu belum ditambahkan dengan dana BOS sebesar 1,178 Triliun. “Penyaluran Dana BOS belum dimasukan, karena pada tahun 2020, dana BOS langsung disalurkan ke rekening masing – masing sekolah tidak lagi melalui pemerintah daerah meskipun anggaranya tetap dari APBD Provinsi Sumsel. Jadi setelah kita update setelah ratas dengan Presiden RI kemarin, penyerapan APBD Sumsel per 14 Juli 2020 sebesar 3,03 Triliun atau mencapai 31,7 persen, Termasuk berasal dari pajak daerah yang sudah dioptimalkan,” katanya.

Lihat Juga :  Puncak Arus Balik 2024, 10 Ribu Orang Terbang dari Bandara SMB II Palembang

Lanjutnya, jika APBD juga dilakukan Recofusing dan Realokasi terutama dalam kaitan Covid-19. Dalam tahap pertama, Realokasi dan recofusing di Sumsel untuk covid-19 pada tahap pertama sebesar Rp136,65 miliar dan realisasinya per 14 Juli 2020 sebesar Rp125 miliar atau sudah mencapai 91,66 persen. “Recofusing dan Realokasi Tahap pertama jika dipersenkan telah mencapai 91,66 persen. Sisanya tetap akan kita gunakan untuk penanganan Covid-19 di Sumsel,” ujar Nasrun

Nasrun mengungkapkan, Recofusing dan Realokasi juga bisa dilakukan berulang, untuk itu pihaknya saat ini tengah menyusun Recofusing dan Realokasi tahap dua yang saat ini masih dalam pembahasan. Pihaknya juga harus bisa menyesuaikan karateristik dan fluktuasi dari perkembangan covid-19 di Sumsel. “Dalam menghadapi covid-19 tentu kita harus secara cermat menghitung besaran dana, dengan tetap mempertimbangkan skala prioritas dari p3mbangunan yang tidak bisa kita tinggalkan. Tentu BPKAD sedang menghitung besaran jumlah sebagai yang di atur perundang-undangan,” ungkapnya

Lihat Juga :  Puncak Arus Balik 2024, 10 Ribu Orang Terbang dari Bandara SMB II Palembang

Reporter :Maulana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.