PALEMBANG

Gubernur Sumsel Rakor Dengan Menkopolhukam

Sibernas.com, Palembang-Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengikuti rapat koordinasi membahas penegakan protokol kesehatan dalam rangka menyambut hari raya ldul Fitri 1441 H bersama Menkopolhukam RI beserta para menteri terkait lainnya melaui Video Conference dengan Aplikasi Zoom di Command Center Pemprov Sumsel, Senin (18/05/2020)

Pada kesempatan tersebut juga hadir Forkopimda Provinsi Sumsel seperti Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof DR Eko lndra Heri dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI lrwan.

Deru mengatakan, dalam rakor tersebut terdapat beberapa poin penting yang dibahas. “Dalam rakor tadi ada beberapa hal yang penting dibahas yaitu terkait mudik lebaran dan terkait sholat hari raya ldul Fitri 1441 H untuk wilayah Sumsel,” katanya

Dari rapat tersebut, Pemprov Sumsel tetap melarang masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas mudik baik antar provinsi maupun antar kabupaten/kota atau mudik lokal. “Jadi memang untuk saat ini tidak ada relaksasi mengenai mudik. Mudik sudah pasti dilarang dan kita juga lakukan itu di Sumsel. Kalau di pusat, ada istilahnya mudik dilarang titik,” ujar Deru

Lihat Juga :  92 Pejabat Pemko Palembang Dibongkar, Mulai dari Lurah Hingga Camat

Deru mengungkapkan, untuk warga Provinsi Sumsel yang sudah terlanjur mudik dengan mengatakan kata atau istilah lain agar diawasi oleh pemerintah daerah. Diakuinya, pemerintah daerah baik pemerintah desa, RT, RW dan sebagainya harus bisa berkoordinasi dengan aparat setempat dan gugus tugas jika ada pendatang yang masuk dengan kategori pulang kampung. “Jika ada yang pulkam, saya minta pemdes, RT dan RW untuk awasi mereka dan koordinasi dengan gugus tugas. Mereka wajib untuk dikarantina dengan masa inkubasi terlama atau 14 hari,” ungkapnya

Dijelaskannya, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan forkopimda di Sumsel untuk bekerjasama dalam menjaga Sumsel. Termasuk memaksimalkan perketat penjagaan di pintu masuk Sumsel, baik bandara, pelabuhan dan terminal. “Kita di Pemprov Sumsel bersama tim gugus tugas sudah memaksimalkan upaya penanganan covid-19. Dan kami pun tidak ada relaksasi terkait larangan mudik. Kami minta agar masyarakat juga patuh dan disiplin untuk ikuti anjuran pemerintah,” jelasnya.

Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan‚ pemerintah menghimbau agar sholat ldul Fitri dilakukan di rumah masing masing namun dapat menimbulkan permasalahan sosial oleh sebab itu diharapkan dari pemerintah berusaha meyakinkan masyarakat agar melaksana Sholat idul f1tri di rumah. “Untuk itu pemda diharapkan dapat melakukan antisipasi adanya sekelompok orang yang memaksakan diri tetap melaksanakan sholat bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya menghimbau agar pemda melakukan komunikasi kepada tokoh agama dan ulama di daerah masing-masing untuk menyatukan persepsi terkait pelaksanaan sholat ldul Fitri. “lmbauan melaksanakan sholat ldul Fitri di rumah ini diutamakan lagi bagi daerah yang berstatus zone merah,” tegasnya.

Reporter: Maulana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *