PALEMBANG
Trending

Palembang Masih Ragu Terapkan PSBB, Tapi Isunya Sudah Terlanjur Menyebar

Sibernas.com, Palembang-Tingginya angka sebaran Covid-19 di Kota Palembang dan menjadikannya berstatus zona merah nyatanya belum juga diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bahkan surat pengajuan belum disampaikan pemerintah setempat ke Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, melihat dari sisi kreteria PSBB dimana data sebaran Covid-19, kurva terkonfirmasi positif sudah menunjukkan Palembang sudah layak menerapkan PSBB. Terlebih data terakhir, Senin (27/4/2020) positif Covid-19 ada 76 orang.

“Efektivitas penerapannya kita berkaca dari kota lain. Seperti Kota Semarang jadi pembanding. Kita masih sosisalisasi, jadi posisinya di bawah PSBB tapi di atas surat edaran (intruksi pelaksanaan PSBB),” kata Ratu Dewa, Selasa (28/4/2020).

Lihat Juga :  Dilantik Jadi Pj Walikota Palembang, Ini yang Akan Dilakukan Ucok Abdulrauf Damenta

Menurutnya, Palembang sudah memenuhi semua syarat seperti sarana kesehatan yang mencukupi dan status jaringan sosial aktif dengan anggaran Rp200 miliar. Juga tim keamanan juga sudah ada dengan bekerjasama bersama pihak Polri, Kejari, TNI dan lainnya.

“Melihat situasi mungkin satu bulan ini belum ada PSBB di Palembang, karena gubernur juga info terakhirnya baru akan rapat dengan presiden. Nah dalam rapat itu, PSBB baru mulai dibahas,” katanya.

Saat ini pemberlakuan PSBB tidak bisa dipastikan segera. Sebab setelah melalui diskusi pengajuan PSBB, kriteria Palembang belum sesuai dengan permintaan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sementara sejauh ini isu penerapan PSBB di Palembang sudah menyebar ke penjuru kota.

“Isu Palembang PSBB sudah kemana-mana, tapi kenyataan sebenarnya surat PSBB saja belum ada diserahkan ke Pemprov Sumsel,” katanya.

PSBB dalam penerapannya ada pembanding. Maka perlu pengkajian serius mengacu aturan kementrian. Termasuk aturan kendaraan yang keluar masuk di Palembang. Perlu kajian harus ada sanksi atau bagaimana.

“Sekarang sifatnya semua masih imbauan yang dilakukan lewat sosialisasi. Saat ini semua pembatasan sedang tahap optimalisasi mengikuti surat edaran,” katanya.

Reporter : Kamayel Ar-Razi
Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *