SUMSEL
Trending

Status Sumsel Naik Menjadi Siaga, Pemprov Gelar Rapid Tes Massal

Sibernas.com, Palembang-Status Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang sebelumnya waspada terhadap virus corona (Covid-19) kini dinaikkan menjadi status siaga. Hal ini menyusul satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia kemarin, positif terkena virus Corona.

“Pengarahan Presiden kepada para gubernur menghadapi pendemik covid-19,” ungkap Gubernur Sumsel Herman Deru seusai memimpin rapat terbatas melalui video conference
di Ruang Rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (24/3/2020).

Deru mengatakan, berdasarkan hasil rapat terbatas antara dirinya dengan presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) dinyatakan bahwa Provinsi Sumsel berstatus siaga dan tanggap darurat terkait kasus virus Corona (Covid-19).

“Ya, dari rapat terbatas tadi dan sesuai dengan instruksi Pak Presiden maka status Provinsi Sumsel yang sebelum waspada kini dinaikkan menjadi status siaga dan tanggap darurat,” katanya

Selain menetapkan status siaga dan tanggap darurat, pihaknya juga telah menyiapkan anggaran atau dana cadangan terkait virus Corona tersebut.

Lihat Juga :  Pasien Corona ke-12 di Sumsel, Wanita Usia 52 Tahun Asal Palembang

“Dana cadangan ini berdasarkan aturan atau Kepres Nomor 9 2020 dan Inpres 4 2020 tentang cadangan keuangan khusus pemerintah daerah guna menghadapi virius Corona,” ujar Deru

Deru menjelaskan, dana cadangan yang disiapkan Pemprov Sumsel diperuntukan untuk menghadapi virus Corona tersebut sebesar Rp100 Miliar.

“Dana sebesar Rp100 miliar ini nantinya digunakan untuk antisipasi virus Corona dan dampaknya. Dana ini juga dapat digunakan untuk seperti membeli Alat Pelindung Diri (APD) dan juga untuk Rapid Tes Massal (RTM) serta yang lainnya,” jelasnya

Lebih lanjut diungkapkannya, dari alokasi APD dari Pemerintah Pusat sebanyak 105 ribu penyebarannya masih difokuskan di wilayah Jawa dan Bali, sedangkan pemerintah daerah di luar itu diminta menyediakan secara mandiri.

“Sumsel hanya mendapat 30 APD, sangat kurang tapi tadi ada ide dari Pangdam dan teman-teman Forkompinda, kalau dalam darurat bisa menggunakan sarung tangan plastik dan jas hujan yang penting melindungi diri,” ungkap Deru

Lihat Juga :  Keluar Rumah Tak Pakai Masker, Warga Padang akan Didenda

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy mengatakan, saat ini pihaknya tetap meminta tambahan APD ke pemerintah pusat mengingat beberapa rumah sakit di Sumsel, sangat kekurangan. Pihak swasta dan BUMN pun juga diminta untuk membantu penyediaan APD. Dari lima RS rujukan hanya RSMH yang memiliki APD memadai.

“Kita bagi dulu 30 bantuan yang ada tentu bagi RS yang melayani PDP. APD di 4 RS rujukan sudah minim selain. Tetapi untuk sekarang masih bisa lah,” katanya

Pihaknya juga meminta kepada warga sumsel untuk tidak panik di tengah kondisi wabah yang menjangkiti Indonesia. Dirinya menilai tim dari Dinkes sudah bergerak melakukan pengecekan di seluruh kabupaten/kota.

“Kita lakukan sesuai standar masyarakat tidak perlu takut. Diam-diam kita bekerja. Jadi warga tidak perlu panik,” ujar Lesty.

Reporter : Maulana
Editor : Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close