EDUKASI

DPR dan Pemerintah Sepakat Ujian Nasional Tahun Ini Ditiadakan

Sibernas.com, Jakarta-DPR dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sepakat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer(UNBK) tahun 2020 ditiadakan, untuk melindungi siswa dari COVID-19 atau virus Corona.

UNBK yang dimaksud meliputi tiga level sekolah, yakni sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah dasar (SD) dan madrasah di tiga level sama (Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah).

Dalam rapat itu, DPR diwakili pimpinan Komisi X (bidang pendidikan) dan pemerintah diwakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di Jakarta. Keputusan diambil dalam rapat ‘konsultatif’ yang digelar secara daring. Pimpinan DPR dan menteri berada terpisah, di rumah masing-masing.

Sementara hasil UN SMK yang telah digelar selama empat hari, mulai Senin 16 hingga  Kamis 19 Maret 2020 pekan lalu tetap akan dijadikan standar kelulusan.

“Dari hasil rapat konsultasi DPR dan Kemendikbud, disepakati jika pelaksanaan UN SMP dan SMA ditiadakan, untuk melindungi siswa dari COVID-19,” ujar Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Syaiful Huda dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Lihat Juga :  Guru Dapat Tunjangan Paket Internet. Diusulkan Rp200 Ribu per Bulan

Kesepakatan itu didasarkan atas penyebaran COVID-19 yang kian masif. Padahal jadwal UN SMA harus dilaksanakan pada 30 Maret, begitu juga UN SMP yang harus dijadwalkan paling lambat akhir April mendatang.

“Penyebaran wabah COVID-19 diprediksi akan terus berlangsung hingga April, jadi tidak mungkin kita memaksakan siswa untuk berkumpul melaksanakan UN di bawah ancaman wabah COVID-19 sehingga kami sepakat UN ditiadakan,” ujar dia.

Huda mengatakan, saat ini Kemendikbud mengkaji opsi pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai pengganti UN. Kendati demikian opsi tersebut hanya akan diambil jika pihak sekolah mampu menyelenggarakan USBN dalam jaringan (daring).

“Kami sepakat bahwa opsi USBN ini hanya bisa dilakukan jika dilakukan secara daring, karena pada prinsipnya kami tidak ingin ada pengumpulan siswa secara fisik di gedung-gedung sekolah,” ujar dia.

Lihat Juga :  Pasien Corona ke-12 di Sumsel, Wanita Usia 52 Tahun Asal Palembang

Jika USBN via daring tidak bisa dilakukan, maka muncul opsi terakhir yakni metode kelulusan akan dilakukan dengan menimbang nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah.

Untuk tingkat SMA dan SMP maka kelulusan siswa akan ditentukan melalui nilai kumulatif mereka selama tiga tahun belajar. Pun juga untuk siswa SD, kelulusan akan ditentukan dari nilai kumulatif selama enam tahun mereka belajar.

“Jadi nanti pihak sekolah akan menimbang nilai kumulatif yang tercermin dari nilai rapot dalam menentukan kelulusan seorang siswa, karena semua kegiatan kurikuler atau ekstrakurikuler siswa terdokumentasi dari nilai rapor,” kata dia.

Editor : Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close