PALEMBANG

Tergiur Kenaikan Limit Kartu Kredit, Uang Puluhan Juta Milik Seorang Ibu di Palembang Lenyap

SIBERNAS.com, PALEMBANG – Kejahatan dalam bentuk spamming dan carding atau bobol ATM, kembali terjadi di Palembang. Kali ini, yang menjadi korbannya ialah Emmy Rosita (50), warga Jalan Krama Jaya, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil Palembang.

Emmy harus kehilangan uang senilai Rp39.727.100 lantaran menjadi korban carding oleh orang yang tidak dia kenal. Atas peristiwa tersebut, ia lantas melaporkan kejadian ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Jum’at (6/3/2020).

Kepada petugas, dia menceritakan kejadian ini berawal ketika ia dapatkan telepon dari orang tidak dikenal. Orang tersebut mengaku dari salah satu bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang menawarkan kepada korban kenaikan limit kartu kredit.

Lihat Juga :  1573 Warga Binaan Kelas 1A Palembang Mendapatkan Remisi, Satu Diantaranya Hirup Udara Bebas

“Waktu itu saya ditawarkan pelaku kenaikan limit kartu kredit, ya saya tertarik. Setelah itu saya berikan data saya serta nomor kredit kepada pelaku tanpa adanya prasangka buruk,” jelasnya.

Setelah itu, pada Kamis (5/3/2020), sekitar pukul 12.37 WIB, ketika korban sedang berada disebuah toko di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, dia tiba-tiba mendapat pesan di handpone-nya.

“Waktu saya berada di toko, kemudian saya mendapatkan pesan mengenai transaksi kartu kredit saya. Di pesan singkat itu menyatakan saya telah membeli barang yang diketahui emas di Tokopedia. Padahal saya tidak sedang membeli apapun,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan pesan singkat tersebut, korban lantas mengkonfirmasi dengan pihak bank dan ternyata memang telah terjadi transaksi.

“Saya langsung berkoordinasi dengan pihak bank, di mana uang saya tidak bisa ditarik kembali lantaran sudah terjadinya transaksi. Saya disarankan oleh pihak bank melapor ke polisi,” ungkapnya.

Dikutip dari intens.news, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono, melalui Kepala SPKT, AKP Heri, membenarkan adanya laporan penipuan yang dialami korban. “Laporan sudah kita terima dan segera ditindaklanjuti Unit Reskrim,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.