PALEMBANG

Wagub Mawardi Yahya Dukung Festival Seguntang Yang Digagas Forwida Sumsel

SIBERNAS.com, Palembang –  Selain mempertahankan budaya di Sumatera Selatan (Sumsel), Pengurus Forum Pariwisata dan Budaya (Forwida) Provinsi Sumsel diharapkan dapat memiliki tanggungjawab besar dalam membentengi budaya luar yang nantinya akan merusak budaya Sumsel.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya saat Menerima Pengurus Forwida Sumsel sehubungan dengan akan mengadakan Festival Seguntang dengan tema ” Bersama Forwinda Melestarikan Seguntang Sebagai Hulu Melayu Tahun 2020 tanggal 28 Februari – 1 Maret 2020 mendatang, audensi berlangsung di ruang tamu Wagub, Senin (24/2).

Turut hadir Pembina Forwida Sumsel, Toni Panggarbesi, Ketua Umum Forwida Sumsel, Dr. Ir. Diah Kusuma Pratiwi, MT dan pengurus Forwida Sumsel Kemas Ari Panji MSi, Eko Prasetyo, ST, Suryati SH, M.Hum.

Juga hadir Asisten I Setda Pemprov Sumsel Ahmad Najib, Kadiknas Sumsel Reza Fahlevi, Kadisbudpar Sumsel Aufa Syahrizal.

Tak sampai disitu, agar budaya ini tidak dilupakan begitu saja, Wagub juga meminta kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel untuk melibatkan Sekolah-sekolah agar menambahkan mata pelajaran yang mengenalkan Budaya. Ini penting dilakukan, karena dia menilai sejak sekarang anak-anak untuk lebih dikenalkan kalau tidak dikenalkan kepada mereka maka budaya itu akan hilang.

“Kalau kita tidak mulai sekarang maka akan hilang. Harapan kita melalui Dinas Pendidikan juga untuk menambahkan ektrakulikuler dalam mengenalkan Budaya. Apakah di sekolah baik tingkat SD, SMP ada kegiatan mengenal budaya. Kalau kita tidak di mulai dari anak-anak maka ini akan bias, maka itu, kita lakukan mulai dari anak-anak sehingga budaya tidak akan dilupakan oleh mereka,” harapnya.

Lihat Juga :  Dampak Corona,Kereta Api Rute Lubuklinggau dan Tanjung Karang Dihentikan Sementara

Dalam menyambut kegiatan Festival Seguntang diakhir pekan ini Wagub menyambut baik dengan harapan untuk tidak melupakan dan mengenalkan budaya yang ada.

“Terima kasih kepada Forwida dengan inisiatifnya melakukan kegiatan ini. Pemprov Sumsel sangat menyambut baik kegiatan ini, dengan tidak melupakan potensi budaya yang kita miliki,” imbuhnya.

Sementara, Pembina Forwida Sumsel, Toni Panggarbesi mengatakan, bahwa Forwida merupakan organisasi yang baru di bentuk beberapa tahun belakangan. Dia mengaku sengaja dibentuk agar dalam hal ini Forwida dapat mempertahankan budaya di Sumsel mengingat budaya Sumsel itu begitu luas maka dibentuk Forwida.

“Kenapa dibentuk Forwida karena budaya di Sumsel luar biasa. Namun budaya yang Begitu luas tetapi tida bisa di handle oleh Dinas-Dinas saja maka itu kami membetuk Forwida,” terangnya.

Dia menyebutkan, Forwida sendiri merupakan wadah yang terdiri dari berbagai seniman, pelaku budaya, psikolog dan golongan lainnya.

“Kita sengaja gelar di Bukit Seguntang karena disana mempunyai potensi yang tinggi bahkan diakui potensi budayanya,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Toni mengharapkan kehadiran baik Gubernur Sumsel maupun Wakil Gubernur Sumsel untuk memberikan arahan maupun semangat bagi Forwida sehingga nantinya Forwida akan lebih bersemangat menggali budaya di Sumsel.

“Budaya ini akan kami gali apalagi di 17 Kabupaten/Kota mempunyai adat budaya sendiri. Insya Allah secara bertahap akan kami lakukan . Karena adat budaya inilah yang menjadi pemersatu kita. Kami sangat mengharapkan kehadiran bapak Gubernur ataupun bapak Wagub nantinya,” katanya.

Sedangkan Ketua Umum Forwida Sumsel, Dr. Ir. Diah Kusuma Pratiwi, MT mengatakan, Forwida Sumsel adalah mitra pemerintah dan mendukung program budaya pariwisata di Sumsel.

Lihat Juga :  Mulai Besok, Tol Palembang-Kayu Agung Beroperasi, Waktu Tempuh Hanya 20 Menit

Mengenai Forwida Sumsel mengangkat kegiatan Festival Seguntang di ulang tahunnya yang pertama, karena masyarakat Sumsel saat ini tidak mengenai dirinya, padahal orang negara lain mengakui Bukit Seguntang sebagai asal usul leluhurnya Parameswara.

Festival Seguntang dilakukan selama tiga hari dimana tanggal 28 Februari di gelar lomba mewarnai dengan peserta anak-anak PAUD dan TK , gratis dan launching perangko limited edition dengan tema, Sejarah Sumsel dalam perangko dari Kantor Pos Palembang.

“ Jam 14.00 pembukaan oleh pak Gubernur, kemudian pengukuhan anggota Forwida dan untuk pertama tahun ini kita akan memberikan Forwida Award kepada pejuang kebudayaan dan pejuang pariwisata ada 8 orang yang akan kita calonkan untuk menerima itu,” katanya.

Tanggal 29 Februari digelar lomba photo dengan tema Situs Bukit Seguntang, lomba musik dan nyanyian batang hari sembilan , lomba menghias pempek dengan tema Bukit Seguntang

“ Malamnya ada lomba pantun bahasa Palembang dan diselingi wayang Palembang, “ katanya.

Lalu tanggal 1 Maret ada city tour mengeliling daerah yang bersejarah di Palembang.

“ Kita disuport oleh Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV, kita istirahat di sana, makan siang dan solat, rupayanya tanggal 3 maret itu adalah milad dari Kesultanan Palembang Darussalam, itu dimajukan oleh Sultan menjadi tanggal 1 Maret, jadi kita habis makan siang kita langsung acara disana, sekaligus beliau (SMB IV) meluncurkan buku,” katanya.

Malamnya digelar acara penutupan dan pembagian hadiah kepada para pemenang dan dalam kegiatan ini pihaknya banyak dukung berbagai pihak.

Reporter: Bangun Lubis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close