EDUKASI

Siswa Filial Bakal Diajari Praktik Kecantikan

Sibernas.com, Palembang-Puluhan anak jalanan, anak putus sekolah hingga anak yang tersandung kasus hukum yang saat ini bernaung dalam proses pembelajaran sebagai siswa filial akan menjalani sekolah vokasi.

Selain praktik menjahit, beternak dan belajar komputer, mereka akan diajarkan praktek kecantikan selayaknya profesional stylist bahkan salon profesional. Program ini dilakukan untuk sekolah filial yang benaung dalam Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dibawah Dinas Pendidikan Kota Palembang.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto di hadapan para tenaga pendidik sekolah filial dalam proses sosialisasi program sekolah filial 2020 di SKB, Selasa (25/2/2020).

“Kita punya gedung SKB yang bagus, tapi banyak alat-alat rusak karena tak terpakai. Padahal, di SKB ini juga ada sekolah filial yang berada dalam naungan SKB ini. Saya ingin SKB ini jadi contoh internasional yang baik. Nanti akan kita renovasi dan hidupkan kembali SKB ini sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Lihat Juga :  APD Sulit Dicari, SMKN 6 Produksi Hingga 50 Item Perhari

Dikatakan Zulinto, ke depan kan dibangun empat ruang praktik vokasi seperti praktik kecantikan, praktik mesin ringan, praktik menjahit dan praktik beternak.

“Kita juga akan membangun sebuah kafe baca yang didalamnya terdapat perpustakaan, jadi nanti anak-anak sekolah filial dan SKB bisa membaca sambil nongkrong di kafe tersebut,” ungkapnya.

Lanjutnya, SKB ini adalah sekolah kesetaraan sehingga diharapkan dengan dihidupkannya kembali dapat lebih baik lagi kedepannya, kita buat SKB ini bukan hanya nasional tapi bertarap internasional.

Sementara itu dikatakan Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan sekolah Filial Kota Palembang H Herman Wijaya, mengatakan, SKB ini sudah lama berdiri akan tetapi ditengah masyarakat belum begitu dikenal keberadaannya.

Lihat Juga :  SMKN III Bagikan Hand Sanitizer ke Ojek Online

Di samping mengelola paket A, B dan C, juga mengelola kursus -kursus bagi anak-anak yang putus sekolah, mengenai fasilitas dari pemerintah disini lengkap mulai dari gedung, saran dan prasarana.

“Tapi karena kurangnya promosi ke masyarakat luas, maka banyak peralatan yang rusak seperti komputer, mesin jahit dan lain sebagainya. Nantinya sarana dan prasarana disini akan kita aktifkan kembali, yang selama ini terbengkalai,” ujarnya.

Dikatakan Herman, ke depan kita akan segera melakukan terobosan baru untuk menghidupkan kembali SKB dan sekolah filial ini.

“Disini kan juga ada sekolah filial khusus bagi anak-anak terlantar dan putus sekolah. Nah ini akan disatukan jadi mereka juga bisa ikut segala praktik yang ada di SKB ini,” pungkasnya.

Reporter : Sugi
Editor : Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close