KOLOMPALEMBANG

Amat Besar Dosanya, Mengatakan Sesuatu Tapi Tak Melakukan

Oleh: Bangun Lubis

Firman Allah:“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatuyang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”(QS. As-Shaff: 2-3).

Ini sebuah kenyataan yang seringkali kita alami sehari-hari. Sangatlah mudah kita mengatakan sesuatu untuk menyuruh orang, sementara kita sendiri tidak melakukannya. Meski suruhan atau nasihat itu untuk jalan kebaikan agar orang selamat dunia dan akhirat, namun bila diri sendiri tak melakukannya, amatlah benci Allah melihatnya.

Dalam sebuah kajian yang disampaikan oleh, Ustadz Didik Sodikin, Ahad 4 Agustus 2016 lalu, selain mengutip firman Allah di atas, juga menyebutkan bahwa sangat keras peringatan kepada   orang yang punya ilmu tapi tidak mengamalkan ilmunya.

Dibanyak kitab diceritakan,  bahwa kenyataan seperti itu merupakan salah satu sifat orang-orang Yahudi yang dicap sebagai orang-orang yang mendapatkan murka Allah disebabkan mereka berilmu namun tidak beramal. Janganlah kita menyerupai mereka ini.

Lihat Juga :  Anak Dipukul di Ruang Kepsek, Orang Tua Lapor Polisi

Dalam tulisan pada laman muslim.or.di, Ustadz  Firadus megutip,  Abu Darda radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Tanda kebodohan itu ada tiga; pertama mengagumi diri sendiri, kedua banyak bicara dalam hal yang tidak manfaat, ketiga melarang sesuatu namun melanggarnya. (Jami’ Bayan Al-Ilmi wa Fadhlih, 1/143)

Jundub bin Abdillah Al-Bajali yang dikutipnya, mengungkapkan, bahwa, “gambaran yang tepat untuk orang yang menasihati orang lain namun melupakan dirinya sendiri adalah laksana lilin yang membakar dirinya sendiri untuk menerangi sekelilingnya.” (Jami’ Bayan Ilmi wa Fadhlih, 1/195)

Bahkan sebagian ulama dan cerdikpandai memvonis salah besar, orang yang pandai berkata namun tidak mempraktekkannya. Firman Allah, “Tidakkah mereka berakal?” (QS. Al-Baqarah: 44)

Sungguh ada orang yang menyuruh kami untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka lakukan, sungguh orang-orang gila. Dan sungguh mereka tidaklah berterus terang.” (Tafsir Qurthubi, 1/410)

Lihat Juga :  Dinilai Berhasil Tekan Angka Kriminalitas Polrestabes Diganjar 3 Penghargaan

Sekalipun demikian, Imam Nawawi mengatakan, “Para ulama menjelaskan orang yang melakukan amar makruf dan nahi mungkar tidaklah disyaratkan haruslah orang yang sempurna, melaksanakan semua yang dia perintahkan dan menjauhi semua yang dia larang. Bahkan kewajiban amar makruf itu tetap ada meski orang tersebut tidak melaksanakan apa yang dia perintahkan.

Demikian pula kewajiban nahi mungkar itu tetap ada meski orangnya masih mengerjakan apa yang dia larang. Hal ini dikarenakan orang tersebut memiliki dua kewajiban, pertama memerintah dan melarang diri sendiri, kedua memerintah dan melarang orang lain. Jika salah satu sudah ditinggalkan bagaimanakah mungkin hal itu menjadi alasan untuk meninggalkan yang kedua.” (Al-Minhaj, 1/300).

Adalah bijak memberi nasehat kepada orang, dan berusaha untuk melakukan kewajiban yang dikatakannya itu. Karena kesempurnaan iman itu adaah meninggalkan yang dilarang Allah dan mengerjakan yang diperintahkan Allah.(*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close