EDUKASI

Disdik Akui Penggangguran Lulusan SMK di Sumsel Meningkat

Sibernas.com, Palembang-Dinas Pendidikan Sumsel mau tak mau menerima hasil riset Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut penyumbang pengangguran tertinggi kalangan pendidikan adalah lulusan SMK.

Tak mau berlarut, Dinas Pendidikan Sumsel berusaha melakukan upaya agar lulusan SMK di Sumsel bisa terserap ke dunia usaha dan dunia industri (Dudi)

“Kita berusaha evaluasi, kenapa? Dan kita akan menangkalnya dengan mencoba membuat Bursa Kerja Khusus atau BKK sebagai penyambung lulusan ke Dudi,” ujar Kabid SMK Disdik Sumsel Hj Mondya Boni, SE, MKom, melalui Kasi Kurikulum Awaludin usai menggelar rapat pembentukan BKK bersama perwakilan SMK Swasta di Disdik Sumsel, Rabu (15/1/2020).

Jika BKK sudah dibentuk namun tak maksimal, maka evaluasi juga akan dilakukan instrumen lain. Apakah guru produktifnya, link and mage antara sekolah ke Dudinya atau sarana dan prasarana yang belum lengkap.

“Itu semua berusaha kita evaluasi. Karena siswa SMK ini kebanyakan tujuannya langsung mencari kerja, walaupun banyak juga yang membuja wirausaha atau lanjut ke Perguruan Tinggi,” tegasnya.

Lihat Juga :  Siswa Filial Bakal Diajari Praktik Kecantikan

Awaludin menyebutkan berbagai langkah dan upaya dilakukan agar riset yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut bisa ditekan sehingga lulusan SMK bisa cepat terserap ke Dunia usaha dan Dnia industri (Du-Di)

“Untuk BKK SMK Negeri ini sudah kita bentuk dan sekarang kita ingin membentuk BKK SMK Swasta se Sumsel,” urainya.

Menurutnya, setelah, BKK SMK Swasta ini terbentuk maka nanti akan dibuat forum BKK SMK se Sumsel atau BKK Center.

“Tahapan berikutnya yakni setelah terbentuk kita buat BKK Center ini yang nanti didalamya ada staff yang mengurusi sehingga komunikasi pemagangan, perekrutan tenaga kerja dan lain sebagainya,” beber dia.

Lanjut dia, dibentuknya BKK SMK ini juga ingin menunjukkan kontribusi terhadap visi misi Gubernur Sumsel untuk menekan kemiskinan menjadi 1 digit.

Lihat Juga :  Siswa Filial Bakal Diajari Praktik Kecantikan

“Sehingga kita harap lulusan SMK dapat menekan angka penganguran karena ada data yang dikeluarkan BPS kalau penyumbang penganguran malah dari lulusan SMK,” tegasnya.

Nantinya, pihaknya juga akan kerjasama dengan Disnaker Provinsi dan kabupaten/kota , CSR yang ada untuk penyerapan tenaga kerja. Selain itu, BKK ini juga untuk mengetahui klasifikasi serapan lulusan SMK ini kemana saja.

“Banyak lulusan SMK ini kita tidak tahu kemana saja, berapa persen terserap ke tenaga kerja, berapa persen yang melanjutkan kuliah maupun yang buka usaha sendiri,” ungkapnya.

Dengan adanya BKK SMK ini nanti data lulusan atau alumni SMK bisa terdata dengan baik sehingga para alumni juga wajib laporkan ini.

“Idealnya kan memang setiap ada BKK ini karena itu kita maksimalkan lagi ini karena ini bukan hal yang baru,” pungkasnya.

Reporter : Sugi
Editor : Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close