KRIMINALITAS

Dua Pelaku Begal Sopir Taksi Online di Palembang Terancam Hukuman Mati

SIBERNAS.com, Palembang – Dendam diduga menjadi motif awal kasus pembunuhan terhadap Ruslan Sani (43) yang berprofesi sebagai sopir taksi online (taksol), pada Sabtu (28/12) malam.

Aksi keji hingga membuat korban tewas dengan tujuh luka tusuk yang terjadi di dekat Perumahan Griya Asri, Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus tersebut dilakukan tersangka Abib Samudra alias Abi alias Iwan (40) dan Sulaiman (36).

Tersangka Abib mengaku menyimpan dendam dengan pemilik mobil Toyota Avanza BG 1442 RP yang diduga pernah menabrak keponakan pelaku saat berjalan kaki di dekat flyover simpang Jakabaring.

Kemudian setelah mengenal dan bercerita dengan Sulaiman, warga Provinsi Jambi itu setuju untuk membantu Abib mencari sopir taksi online dengan melakukan pesanan menggunakan ponselnya.

https://youtu.be/jSn9DjBmpEI

Bahkan selama empat jam sejak pukul 16.00 hingga 20.00 sempat 20 kali membatalkan pesanan sampai orderan tersebut masuk ke ponsel korban.

Kami tidak ada niat merampok apalagi sampai membunuh, cuma mau memberi pelajaran karena mobil itu pernah nyerempet keponakan saya dan tidak bertanggungjawab,” kata Iwan, Senin (30/12).

Dirinya menuturkan, karena banyak membatalkan pesanan, aplikasi milik Sulaiman sempat dua kali di blok oleh aplikator dan harus menunggu sekitar 10 menit sampai kembali bisa dipakai lagi untuk melakukan pesanan dan beberapa kali pindah tempat.

Lihat Juga :  Kebakaran di Hari Kedua Lebaran, Penghuni Rumah Meninggal Dunia

Akhirnya pesanan dengan titik penjemputan di Jalan Kolonel Atmo tersebut masuk ke aplikasi korban, setelah naik dan mobil sampai ke dekat Perumahan Griya Asri, Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus yang menjadi lokasi tujuan, Iwan yang duduk di kursi belakang menanyakan perihal kejadian yang pernah dialami keponakannya kepada korban.

Saat saya tanya dia (korban) malah marah dan lehernya langsung saya jerat pakai tali, tapi korban melawan sampai terlepas. Lalu dia mengambil pisau dari tas dan mencoba menusuk Sulaiman, tapi bisa ditangkap dan ditusukkan ke dia,” tutur pria dua anak ini sebaimana dikutip dari rmolsumsel

Tapi dia tetap melawan sampai beberapa kali ditusuk dan setelah itu dia keluar dari mobil sehingga ada warga yang melihat dan membuat kami panik lalu berusaha kabur,” Iwan melanjutkan.

Sedangkan tersangka Sulaiman mengakui jika baru satu bulan mengenal Abib saat bertemu di sekitar jembatan Ampera dan bercerita sedang mencari mobil yang pernah menabrak keponakannya.

Saya cuma bantu pesan taksi online. Katanya cuma mau memberi pelajaran, tidak sampai ada niat membunuh, dia melawan dan mencoba menusuk saya, tapi saya tahan dan balikkan pisau kena perutnya,” tutur Sulaiman.

Lihat Juga :  Kebakaran di Hari Kedua Lebaran, Penghuni Rumah Meninggal Dunia

Terkait tuduhan bahwa korban sempat ditembak memakai airsoftgun, Sulaiman yang sempat dua jam bersembunyi di rawa-rawa sampai akhirnya menyerahkan diri memastikan bahwa itu tidak pernah terjadi karena senjata itu tidak ada peluru dan gas nya.

Saya jamin tidak ditembak, korban hanya dipukul pakai gagang airsoft itu,” ucap sopir truk yang mengaku sering datang ke Palembang hanya untuk berlibur jika sedang tidak ada pekerjaan.

Sementara itu Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setiadji didampingi Kasat Reskrim Kompol Nuryono menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, tindak pidana kekerasan yang menewaskan driver taksi online ini diduga karena dendam salah satu pelaku.

Untuk.sementara motif pelaku karena dendam, hingga bermaksud menguasai kendaraan korban, tapi saat ini kedua pelaku masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” kata Anom saat memimpin pres rilis hasil ungkap kasus.

Atas perbuatan tersebut, menurut Anom, kedua pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman mati.

Hasil pemeriksaan urine juga menyatakan jika pelaku positif menggunakan narkoba, sehingga keduanya juga dijerat undang-undang penyalahgunaan narkotika,” tambahnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.