SUMSEL

Cerita Korban Selamat: Bus Sriwijaya Mengalami Beberapa Kejadian Sebelum Masuk Jurang Liku Lematang

SIBERNAS.com, Pagaralam – Bus Sriwijaya jurusan Bengkulu – Palembang yang berpenumpang kurang lebih 54 orang mengalami kecelakaan masuk jurang di Liku Lematang, Desa Perahu Dipo Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan pada Senin (23/12) sekitar pukul 23.15 WIB.

dalam peristiwa yang mengerikan tersebut Data terakhir sebanyak 25 orang korban tewas. kejadian ini merupakan kecelakaan terburuk yang pernah terjadi di sana.

Beberapa korban selamat menceritakan bagaimana detik-detik kecelakaan itu terjadi. Hasanah Korban Selamat Bus Sriwijaya Kecelakaan di Liku Lematang Pagaralam, ‘Supirnya Ngebut’

Terbaring di ranjang dengan infus yang ada di tangan kirinya, Hasanah (52), korban selamat kecelakaan maut yang terjadi di Pagaralam menceritakan bagaimana kronologi yang menimpa ia dan penumpang lainnya, Selasa (24/12/2019).

Hasana menjelaskan, saat itu ia, cucu dan 2 rekannya menumpangi Bus Sriwijaya dari Bengkulu ke Palembang. Sebelum bus masuk ke jurang, beberapa kejadian sempat dialami bersama penumpang lainnya.

Bus yang ia tumpangi sempat ditabrak sopir travel yang mengendari mini bus. Sempat bersitegang, sopir Bus Sriwijaya dan travel akhirnya berdamai sebelum akhirnya penumpang diturunkan di rumah makan sekitar Pendopo.

“Di ujung Pendopo ((Kabupaten Empat Lawang), bus kami masuk siring (selokan) dan hampir terbalik. Kami turun semua,” katanya saat ditemui RSUD Besemah Pagaralam.

Hasana melanjutkan, saat itu bus ditolong oleh pengendara lain yang lewat dan bus kembali melakukan perjalanan.

Lihat Juga :  Bupati Banyuasin Askolani Instruksikan Satu Kepala Dinas Wajib Bedah Satu Rumah Warga Miskin

“Dia ngebut dan tiba-tiba nabrak kencang. Tahu-tahu kami sudah sudah ada di dalam air,” ungkapnya yang terus melihat plafon RSUD.

Saat kejadian tersebut, lanjut Hasana, ia, cucunya Aisyah dan 2 temannya dari Bengkulu sedang bercanda dan tidak sedang tidur.

“Saya pegang cucu saya. Teman-teman saya langsung pecahkan kaca, kami keluar,” ujarnya yang duduk di nomor 4 dari belakang bus.

“Dari situ, kami berpegangan dengan batang. Kalau tidak, kami akan hanyut karena air sangat deras. Kami teriak-teriak. Belum ada yang tolong karena kejadiannya malam,” ungkap Hasana. sebagaimna dikutip dari sripoku.com

Tak hanya Hasana, cucunya Aisyah yang masih berusia 9 tahun pun ikut berteriak minta tolong orang sekitar. Beberapa warga setempat mulai berdatangan.

“Tolong, tolong. Kalau ada orang di atas, tolomg kami. Om tolong kami,” katanya yang menirukan teriakan sang cucu.

Sebelumnya diberitakan, Selasa (24/12/2019) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB masyarakat Kota Pagaralam dihebohkan dengan suara mobil ambulans yang mondar mandir dijalan protokol Kota Pagaralam.

Kabar ini sempat beredar luas di pengiat Media Sosial di Pagaralam.

Banyaknya ambulans yang mondar mandir tersebut ternyata karena adanya kejadian kecelakaan Bus jurusan Bengkulu-Palembang yang jatuh ke jurang dikawasan Liku Lematang.

Berdasarkan informasi dari Basarnas Palembang menyebutkan, kronologis kejadian mobil bus Sriwijaya rute Bengkulu – Palembang kecelakaan masuk jurang sekitar pukul 23.15 WIB.

Lihat Juga :  Bupati Banyuasin Askolani Instruksikan Satu Kepala Dinas Wajib Bedah Satu Rumah Warga Miskin

Tim Gabungan masih terus melakukan evakuasi penumpang Bus Sriwijaya yang jatuh di jurang Liku Lematang, Pagaralam, Sumsel,  Selasa dinihari tadi. Diinformasikan sebanyak 25 orang tewas dan 13 orang penumpang selamat dan kini dirawat di RS Basemah, Pagaralam. Berikut daftar identitasnya.

  1.  Basarudin, 43 tahun, Dagang, Ds. Semarang Kec. Tanjung Serut Kota Bengkulu.
  2. Hepriadi, 31 tahun, Kuli Bangunan, alamat Ds. Salak Tiga Kec. Panorama Kota Bengkulu.
  3. Hasanah, 52 tahun, IRT, Ds. Tanjung Suko Kec. Indralaya Kab. OI.
  4. Sukiyem, 43 Tahun, Tani, Ds. Lubuk Selandak Kec. Terambang Jaya Kota Prabumulih.
  5. Aisyah Awaliah Putri, 9 Tahun, Pelajar, Jl. Salak Kota Bengkulu.
  6. Ariri, 14 Tahun, Pelajar, Ds. Perajin Kab. Banyuasin.
  7. Lukman, 43 Tahun, Swasta, Jl. Budi Utomo Kel. Sungai Hitam Kec. Muara Bangka Hulu Kota Bengkulu.
  8.  Aldi, 18 Tahun, Pelajar, Ds. Jejawi Kab. OKI.
  9. .Riduan, 44 tahun, Tukang Jahit, Ds. Kinono Sari Kel. Banjar Sari Kab. Enggano Bengkulu Utara.
  10. Darusalam, 35 Tahun, Pandai Besi, Ds. Sakatiga Kab. OI.
  11. Riki, 25 Tahun, Ds. Kemang Kec. Tebing Tinggi Kab. Empat Lawang.
  12. Haris Krisyanto, 19 tahun, TOT, Ds. Alas Bangun Kec. Pinang Raya Bengkulu Utara.
  13. Khadijah, 68 tahun, IRT, Perumnas Baru Blok A2 Kab. Bengkulu.

Editor : Handoko

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close