PALEMBANG

BNN Sumsel Bekuk 3 Kurir, 36 Kg Sabu-32 Ribu Pil Ekstasi Diamankan

SIBERNAS.com, Palembang  – BNN Provinsi Sumatera Selatan kembali berhasil mengamankan narkoba dalam jumlah besar dari malayasia  dari  tiga orang tersangka.

“Berkat kerja sama dan laporan dari masyarakat, BNNP Sumsel berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 36 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 32.570 butir,” kata Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan di Markas BNNP Sumsel, Jakabaring, Senin (16/12/2019).

Kedua jenis narkotika dalam jumlah besar tersebut didapat dari tiga orang tersangka yakni Joni dan Riyan warga Tembilahan, Indragiri Hilir, Provinsi Riau dan Yabot yang merupakan warga Palembang.Ketiga orang tersebut, kata Jhon, mendapat instruksi dari seorang bandar narkotika asal Tembilahan berinisial AC.

Narkotika yang berasal dari Malaysia itu akan dipasarkan di Sumatera Selatan melalui rute Pulau Batam, Provinsi Riau melalui jalur darat hingga ke Sumatera Selatan.

Lihat Juga :  Alatnya Sudah Ada, Tapi Palembang Belum Siap Tes Massal Covid-19

“Rencananya, dari 36 kilogram sabu, 29 kilogram untuk dipasarkan di Kabupaten PALI dan 7 kilogram lainnya untuk di Palembang,” terang Jhon.

Namun upaya penyelundupan narkotika tersebut gagal setelah ketiga tersangka ditangkap pada 11 Desember lalu di hari yang sama.

“Tersangka Joni dan Riyan ditangkap di Betung, Banyuasin, sementara tersangka Yabot ditangkap di Palembang di hari yang sama pada 11 Desember lalu,” ungkap jenderal bintang satu itu.

Selain tersangka dan beserta barang bukti narkotika, petugas juga mengamankan dua unit mobil minibus yang digunakan ketiga tersangka dalam mendistribusikan narkotika.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 112 dan 114 Junto Pasal 132 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup hingga hukuman mati.

Lihat Juga :  PT KAI Kertapati Palembang Batalkan Perjalanan KA Prabujaya Relasi

“Sesuai komitmen BNN untuk memberantas narkotika, kami akan terus menelusuri dan menindak jaringan narkotika, khususnya yang akan masuk Sumatera Selatan,” tandas Jhon.

Sementara seorang tersangka bernama Joni mengaku mendapat upah sebesar Rp 15 juta dari AC.

“Dikasih DP (uang muka upah mengantar sabu dan ekstasi) Rp 15 juta, uang jalan Rp 5 juta,” kata pria 29 tahun itu.] Joni mengaku sebelumnya ia juga pernah ditugaskan mengantar sabu ke Sumatera Selatan.

“Sudah dua kali ditugaskan bos (AC) antar narkoba, tapi yang kedua kali ini ketangkap,” kata dia.

 

 

 

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close