SUMSEL

Wawako Kukuhkan Duta Stunting Pagaralam

Sibernas.com, Pagaralam  –Wakil Walikota Pagaralam M Fadli SE mengukuhkan Ketua TP PKK Kota Pagaralam Rachma Hareni Noor Alpian, Ketua GOW Kota Pagaralam Rahma Munto Via Ningrum SPd, Ketua Dharma Wanita Kota Pagaralam Has Monalisa dan Ketua TP PKK Kecamatan wilayah Kota Pagaralam, sebagai Duta Cegah Stunting Kota Pagaralam, Senin (9/12).

Pengukuhan Duta Stunting Kota Pagaralam, bertempat di Aula Padepoan Rumah Dinas (Rumdin) Sekda Kota Pagaralam, Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagaralam Utara, ditandai dengan penyematan slempang, serta penandatangan berita acara pengukuhan, berlangsung dengan penuh khidmat.
“Ini adalah amanat yang cukup berat. Namun, saya yakin dan percaya Duta Stunting yang baru saja dikukuhkan, akan dapat memberikan dampak yang sangat besar, terhadap penanggulangan stunting terkhusus di Kota Pagaralam,” imbuh Fadli.

Dikatakan Fadli, cita-cita di dalam meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, serta membangun Indonesia dengan memperkuat daerah-daerah terutama Desa/Kelurahan, dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah merupakan penjabaran dari Nawacita ke-3 dan 5. Namun, upaya menghadirkan generasi emas Indonesia ini, masih dibayang-bayangi Kehadiran stunting yang masih nengancam.

“Stunting merujuk pada Kondisi tinggi anak, yang lebih pendek dari tinggi badan seumurannya, stunting terjadi lantaran kekurangan asupan gizi, dalam waktu lama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK),” ungkapnya.

Indonesia saat ini, ujar Fadli, tengah bermasalah dengan stunting, berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskedas) tahun 2018 menunjukkan, bahwa prevalensi stunting di Indonesia mencapai angka 30,8%, sedangkan berdasarkan data indeks pembangunan kesehatan masyarakat tahun 2018, prevalensi stunting di Kota Pagaralam sebesar 31,9%.
“Sudah banyak program penanggulangan stunting dilakukan pemerintah. Tetapi dampaknya, belum begitu nyata, setiap sektor cendrung merencanakan dan melaksanakan programnya sendiri, sehingga tidak ada keterkaitan,” imbuhnya.

Sementara itu Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Monalisa, Mkes mengucapkan selamat kepada Rachma Hareni Noer sebagai Ketua Duta Stanting  dan Sebagai mana kita ketahui Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya.

Di Indonesia, kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan  dengan jumlah yang cukup banyak.

Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.

Dan kedepan peran para Duta Stanting yang baru di kukuhkan sudah Bisa memberikan penyuluhan terutama Kepada para Ibu atau keluarga  yang akan hamil atau mengandung dimana hamil itu harus  direncanakan.”

“Berikan kasih sayang, makan makanan dengan gizi yang baik agar anaknya tidak stunting, jadi anak yang cerdas dan berkualitas,” ujar Monalisa selasa 10/11

Reporter : .Aceng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close