EDUKASI

Disdik Larang Sekolah Wajibkan Study Tour

Sibernas.com, Palembang-Menjelang libur panjang natal dan tahun baru diikuti libur akhir semester, pihak Dinas Pendidikan Sumsel melarang sekolah sekolah wajibkan siswa study tour.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Riza Pahlevi mengatakan, kepada para siswa yang sebentar lagi akan menikmati libur pasca Ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil 2019/2020 untuk tidak terlena dan menjadikan agenda libur sekolah menjadi kegiatan positif serta tetap belajar.

Dikatakannya, berdasarkan kalender pendidikan pasca pelaksanaan penilaian akhir sekolah (PAS), siswa akan menikmati libur sekolah sekaligus libur natal dan tahun baru 2020, yang akan dimulai 23 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020.

“Masuk kembali pada 6 Januari 2020. Jangan terlena dengan liburan, tetap belajar biar tidak lupa. Ilmu itu ibarat pisau atau pedang, jika tidak terus diasah maka tumpul. Waktu dua minggu itu adalah waktu yang cukup lama, gunakan untuk belajar sehingga saat masuk sekolah nanti, sudah siap menerima pelajaran dengan baik,” terangnya, Selasa (10/12/2019)

Lihat Juga :  48 Guru Terbaik Ikuti Bimtek Penyusunan Soal USBN

Mengenai study tour yang dikoordinir sekolah dalam mengisi liburan ini, Riza mengatakan, tidak melarang sekolah untuk mengkoordinir study tour asalkan ada kesepakatan antara orangtua siswa dan sekolah.

“Untuk study tour kalau memang permintaan anak-anak dan orangtua dengan tak ada paksaan kita rekomended. Asal ada tanggung jawab penuh dari sekolahnya, dan jangan diwajibkan” jelasnya.

Kata dia, pihaknya tak melarang jika memang keinginan study tour ini ada kesepakatan antara siswa, orang tua siswa dan sekolah.

“Silakan saja asal study tournya tidak ada paksaan, tak memberatkan siswa serta yang mengedukasi,” tegasnya.

Riza mengimbau sebaiknya masa libur sekolah ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh siswa.

Lihat Juga :  Kunjungi Palembang, Artis Film Anak Garuda Ajak Milenial Tak Takut Kejar Mimpi

“Selain gunakan waktu berlibur untuk bersama dengan keluarga, gunakanlah untuk hal-hal yang bermanfaat lainnya. Jangan hanya nge-game, apalagi anak sekarang, nge-game biasanya sambil berkata kasar, itu namanya kemunduran,” ucapnya.

Riza juga meminta kepada orangtua untuk tidak lepas kontrol atau pengawasan kepada anak-anaknya sehingga tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Jika anak izin bermain di luar, perhatikan, awasi jangan sampai lepas kontrol. Apalagi bagi orang tua yang sudah punya anak beranjak remaja. Sebisa mungkin habiskan waktu bersama dengan anak sehingga quality time dalam keluarga akan terus terjaga,” pungkasnya.

Reporter : Sugi
Editor : Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close