NASIONAL

Tanggulangi karhutlah, Pemkab OKI Terbitkan Aturan Baru untuk Perusahaan Perkebunan

SIBERNAS.com, OKI – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)  termasuk ke dalam salah satu wilayah yang sering dilanda bencana kebakaran hutan, kebun, dan lahan tiap tahunnya di kala musim kemarau melanda. Untuk itu, pemerintah kabupaten OKI semakin serius menggencarkan banyak tindakan supaya bisa menanggulangi dampak parah dari karhutlah.

Dalam hal ini, Bupati OKI akan segera mengeluarkan surat edaran yang nantinya akan disebar ke beberapa perusahaan yang ada di wilayah kabupaten OKI.

Bupati OKI, Iskandar melalui Sekretaris Daerah Husin menyatakan pemkab OKI akan tegas dalam usahanya menangani bencana kebakaran hutan, kali ini akan memerintahkan setiap perusahaan di OKI untuk membuat embung.

“Kita menginstruksikan agar setiap perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten OKI untuk membuat embung supaya bisa dijadikan sumber air saat musim kemarau,” ungkapnya, Kamis (28/11/2019).

Lanjut Husin, perusahaan perkebunan di OKI memiliki lahan-lahan perkebunan yang cukup luas, bahkan rata-rata memiliki luas lahan perusahaan tersebut lebih dari 2.000 hektar.

“Mungkin paling sedikit lahannya itu 5.000 hektar, dan hingga puluhan ribu. Perintah ini sebenarnya sudah ada tapi belum begitu ditegaskan, tapi kali ini akan betul-betul ditegaskan,” tuturnya.

Husin menegaskan, nantinya setiap perusahaan diimbau untuk membuat embung dengan luas dua hektar di setiap 2.000 hektar lahan perusahaan.

“Jadi perintahnya itu setiap 2.000 hektar lahan, perusahaan harus punya embung dengan luas dua hektar dan kedalaman harus di bawah permukaan air laut. Embung ini fungsinya kalau saat musim kemarau tiba, airnya tetap ada,” tegasnya.

Ditambahkannya, instruksi ini akan segera disampaikan kepada seluruh perusahaan perkebunan di OKI melalui surat edaran Bupati.

“Pembuatan embung oleh setiap perusahaan, akan segera diperintahkan sekaligus agar edaran tersebut segera sampai dan bisa segera dilaksanakan,” tambahnya.

Masih kata Husin, embung ini sangat berguna apabila terjadi kebakaran, helikopter yang akan melakukan water bombing atau mobil pemadam kebakaran yang akan masuk ke lokasi kebakaran tidak lagi kesulitan air.

“Nah, dengan adanya embung ini nantinya akan menjadi sumber air saat musim kemarau karena banyak embung di lahan. Apalagi di beberapa lokasi yang agak masuk ke dalam sumber airnya kan agak sulit,” pungkasnya.

Dengan adanya embung ini, sangat diharapkan dapat membantu petugas yang berjibaku memadamkan api di sekitar kebakaran.

“Kan kalau tiap 2.000 hektar ada embung petugas yang memadamkan kebakaran tidak akan kesulitan mencari sumber air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan,” tutupnya.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close