KOLOM

Pentingya Budaya Literasi di Sekolah

Penulis : Syarif Hidayatullah 

Mahasiswa Prodi Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang

Ada beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dari hasil membaca yakni : Dengan membaca, kita bisa membaca Koran atau majalah. Membaca juga kita bisa mendapatkan hiburan seperti halnya apabila kita membaca cerpen, novel. Dengan membaca mampu memenuhi tuntutan intelektual, meningkatkan minat terhadap suatu bidang, dan mampu meningkatkan konsentrasi.

Menurut lerner (1988:349) kemampuan membaca merupakan dasar untuk menguasai berbagai bidang studi. Jika anak pada usia sekolah permulaan tidak segera memiliki kemampuan membaca, maka ia akan mengalami banyak kesulitan dalam mempelajari berbagai bidang studi pada kelas-kelas berikutnya. Nasional Institute for Literacy. Mendefinisikan literasi sebagai “kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yangdiperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.” Definisi ini memaknai literasi dari perspektif yang lebih kontekstual. Dari definisi ini terkandung makna bahwa definisi literasi tergantung pada keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkugan tertentu

Lihat Juga :  Amat Besar Dosanya, Mengatakan Sesuatu Tapi Tak Melakukan

Merujuk pada hasil surveivUnited Nations educational scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2011, indeks tingkat membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya hanya ada satu orang dari 1000 penduduk yng masih ‘mau’ membaca buku secara serius (tinggi). Kondisi ini menempatkan Indonesia pada posisi 124 dari 187 negara dalam penilaian indeks pembangunan manusia (IPM).

Melihat begitu rendahnya minat membaca masyarakat Indonesia tentu ini akan berdampak pada rendahnya kualitas sumberdaya manusia Indonesia yang tahun ini akan mengahadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) sehingga masyarakat Indonesia sangat sulit untuk bisa bersaing dengan masyarakat dari negara lain di Asean. Untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia biasa kita mulai dari sekolah, yang mana sekolah itu merupakan tempat/lembaga yang dirancang untuk melaksanakan proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa yang tentunya kegiatan itu tidak terlepas dari aktivitas membaca. Maka dari sinilah pentingnya mengembangkan budaya membac di sekolah.

Lihat Juga :  Amat Besar Dosanya, Mengatakan Sesuatu Tapi Tak Melakukan

Pemendikbud nomor 23 tentang penumbuhan budi pekerti melalui pembiasaan membaca buku non-pelajaran selama 15 menit setiap hari sebelum pembelajaran dimulai merupakan payung bagi keberlangsungan Gerakan Literasi Sekolah yang dirintis oleh Satria Darma untuk dijadikan sebuah program nasional. Beliau berharap aktivitas membaca kedepannya bisa menjadi budaya bangsa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close