NASIONAL

Mesin Pembuat KTP, KK, dan Akta Kelahiran Diluncurkan, 1,5 Menit Kartu Jadi!

SIBERNAS.com, jakarta – Mesin pembuat KTP, KK, dan akta kelahiran otomatis resmi diluncurkan oleh Mendagri Tito Karnavian, begini cara kerjanya.

Kini, membuat KTP, KK, hingga akta kelahiran tak membutuhkan waktu lama dengan diluncurkannya mesin otomatis yang bernama Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM).

Hanya butuh 1,5 menit KTP kini bisa didapatkan dengan mudah melalui mesin ADM ini.

Sudah menjadi rahasia publik dalam membuat surat-surat penting seperti halnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Akta Kelahiran memakan waktu.

Bagi pekerja yang tak memiliki banyak waktu, pembuatan surat-surat tersebut akan membuat waktunya terpangkas karena belum tentu sehari jadi.

Bahkan membuat banyak orang lebih memilih untuk meminta bantuan jasa pembuatan surat atau yang lebih dikenal sebagai calo.

Hal tersebut dimaksudkan agar waktunya tidak tersita apabila ada kepentingan yang mendesak dan tak bisa ditinggal untuk membuat surat-surat tersebut.

Namun, saat ini masyarakat tak perlu lagi merasakan ribetnya mengurus surat-surat penting yang berkaitan dengan kependudukan.

Hari Senin (25/11/19), Menteri Dalam Negeri telah resmi meluncurkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di Discovery Ancol Taman Impian, Pademangan, Jakarta Utara.

Mesin tersebut dimaksudkan untuk masyarakat yang akan membaut surat kependudukan yang tidak harus memakan waktunya.

Dengan konsep yang hampir sama seperti Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang telah diterapkan oleh bank – bank seperti saat ini.

Dilansir dari Kompas.com, ADM memiliki cara yang tak ribet seperti halnya mengurus surat kependudukan secara manual.

Direktorat Jenderal Dukcapil Zudan Arif Fakrullah menjelaskan bagaimana cara kerja mesin tersebut.

Mendagri Tito Karnavian meluncurkan Anjungan Dukcapil Mandiri di Ancol Taman Impian, Jakarta Utara Senin (25/11/2019) malam

“Caranya, penduduk harus meminta pin ke Dukcapil. Sambil meminta pin penduduk menyerahkan nomor HP,” kata Zudan usai acara peresmian alat tersebut, dikutip dari Kompas.com.

Setelah proses tersebut, warga akan menerima notifikasi yang berisi nomor pin yang dimaksud.

Pin yang dikirim merupakan kode QR yang akan digunakan untuk dimasukkan saat hendak mencetak kartu kependudukan.

Kode QR tersebut hanya dapat digunakan satu kali.

Jadi apabila sudah menggunakan QR dan mencetak kartu kependudukan, maka QR sudah tidak bisa dgunakan lagi.

“Semua pencetakan itu hanya didesain satu kali, jadi penduduk mencetak KTP-nya satu kali, kartu keluarga satu kali, akta kematian satu kali, surat pindah satu kali,” ujar Zudan, dikutip dari Kompas.com.

Adanya Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) adalah upaya untuk menekan tingkat pemalsuan kartu identitas karena tanda tangan yang ada di e-KTP merupakan tandatangan elektronik.

Mesin anjungan tersebut diresmikan oleh Tito Karnacian malam hari kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Kapolri tersebut juga sempat mencoba untuk membuat surat kependudukan menggunakan ADM.

Tak Perlu Ribet! Tito Karnavian Bikin Gebrakan Luncurkan Mesin Pembuat KTP, KK Dan Akta Kelahiran Seperti ATM, Mendagri: 1,5 Menit Sudah Bisa!

Di atas panggung, ia tampak menekan-nekan layar sentuh pada ADM. Setelah itu, dalam beberapa menit, E-KTP berhasil dicetak dan dipamerkannya kepada hadirin.

“Tadi saya sudah coba sendiri, lebih kurang 1,5 menit sudah bisa dilakukan dengan cepat, ini terobosan bagus,” tutur Tito, dikutip dari Kompas.com.

Adanya ADM dianggap Tito sebagai sebuah kemajuan untuk menekan angka korupsi di bidang surat kependudukan yang terkadang masih terjadi.

Maka tingkat tindakan korupsi menurut Tito akan sangat berkurang.

“Dengan hilangnya sentuhan antara petugas dengan masyarakat, otomatis potensi korupsi itu hampir bisa dikatakan hilang,” kata Tito usai meresmikan ADM di Discovery Ancol Taman Impian, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (25/11/2019) malam, dikutip dari Kompas.com.

Tito menyampaikan, selama ini pengurusan identitas seperti KTP, KK, Akta Kelahiran, Akta Kematian terbilang menyulitkan masyarakat karena harus datang ke kantor-kantor pemerintahan.

Purnawirawan Jenderal Polisi tersebut mengatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri sudah tidak akan lagi digunakan sebagai lahan pendulang uang tambahan bagi.

“Mungkin rekan-rekan lihat ini bukan tempat ‘basah’ lagi, dulu,” ucap Tito sambil tertawa yang dikutip

 

 

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close