PALEMBANG

Iuran BPJS Naik, Peserta Banyak Turun Kelas

 

Sibernas.com, Palembang-
Pasca pemerintah secara resmi menetapkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan naik mulai per 1 Januari 2020, banyak peserta BPJS Kesehatan cabang Palembang berbondong-bondong untuk turun kelas. Bahkan, 200 peserta BPJS Kesehatan di Kota Palembang per harinya mengajukan turun kelas.

Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Cabang Palembang, Hendra Kurniawan mengatakan, peserta yang memilih turun kelas akibat iuran BPJS naik itu sudah terjadi sejak awal Oktober 2019 lalu sebelum Peraturan Presiden (Perpres) turun. “Sejak satu bulan terakhir itu sebelum diumumkan iuran BPJS Kesehatan naik itu sudah banyak yang mau turun kelas. Rata-rata mereka turun dari kelas I ke kelas III,” katanya saat diwawancarai, Selasa (12/11/2019).

Dalam perpres tersebut, iuran peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) kelas III meningkat menjadi 42 ribu dari sebelumnya Rp 25.500. “Iuran peserta mandiri kelas II meningkat menjadi Rp 110 ribu dari sebelumnya Rp 51 ribu. Sedangkan iuran peserta kelas 1 akan naik menjadi Rp 160 ribu dari yang sebelumnya Rp 80 ribu,” ujar Hendra

Lihat Juga :  Belum Banyak Dikenali, Target Oranger Baru 30 Persen

Hendra mengungkapkan, perubahan peserta untuk turun kelas itu merupakan hak masyarakat karena BPJS Kesehatan tidak bisa mempengaruhi peserta untuk tidak turun kelas. “Itu hak mereka, tetapi peserta yang ingin turun kelas harus sudah satu tahun dulu berada di kelasnya. Misalnya, peserta itu sudah satu tahun di kelas I tetapi mau pindah ke kelas III itu bisa memilih turun kelas karena sudah sesuai dengan peraturan dari BPJS Kesehatan,” ungkapnya

Namun, pihaknya belum bisa memastikan angka pasti penurunan turun kelas dari peserta BPJS Kesehatan karena data tersebut akan langsung terkoneksi ke pusat. Selain itu, para peserta yang memilih turun kelas tidak hanya datang ke kantor BPJS Kesehatan saja tetapi juga bisa melalui Mobile JKN dan call center. Hal ini yang membuat pihaknya kesulitan untuk mendapatkan angka pasti data peserta yang turun kelas. “Untuk di cabang kita belum dapat angka pastinya karena datanya langsung terproses ke pusat. Tetapi, untuk kisaran lonjakan antriannya itu bisa 200 peserta perharinya yang yang data ke BPJS cabang Palembang untuk mengajukan turun kelas,” jelas Hendra.

Lihat Juga :  Biaya Lampu Jalan Capai Rp6 Miliar, Pemkot Klaim Lampu LED Lebih Hemat

Hendra menambahkan, meskipun banyak peserta yang memilih turun kelas akibat iuran BPJS Kesehatan naik, pihaknya mengaku tidak mengalami kerugian lantaran sistem BPJS Kesehatan ini merupakan sistem gotong royong dan ada juga peserta yang ditanggung oleh pemerintah. “Prinsip BPJS Kesehatan ini sistemnya gotong royong sehingga tidak mengalami kerugian meski banyak peserta yang memilih turun kelas,” katanya.

Reporter : Maulana

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close