OLAHRAGA

Porwil Dapat Perak, PON 2020 Optimis Emas

Sibernas.com, Bengkulu-Atlet Muaythai kelas 54kg putri Sumatera Selatan Delina Br Nababan, harus puas membawa pulang medali perak, setelah kalah di final dari wakil Aceh, pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X Sumatera 2019 di Bengkulu, Kamis (7/11/2019).

Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi Delina. Karena, sebelumnya ia sudah bertekad membawa pulang medali emas dan mempersembahkan buat masyarakat Sumsel.

Delina sadar betul, jika masyarakat Sumsel punya ekspektasi yang besar padanya, mengingat ia satu-satunya atlet yang masuk final. Belum lagi, dukungan dari bangku penonton yang sangat kental terasa. Sepanjang pertarungan, penonton terus menteriaki nama Delina dan memberikannya semangat.

Di atas ring pun, Delina terlihat telah berusaha keras dan mengerahkan kemampuan terbaiknya di pertarungan terakhir. Atlet yang duduk di SMK 2 Palembang ini pun, sebenarnya mampu meladeni dan membalas beberapa pukulan dan bantingan lawan.

Lihat Juga :  Dispora Ambil Alih Distribusi Bonus Atlet Porprov Rp3,25 Miliar

“Belum rezeki dapat medali emas di Porwil ini. Tapi di PON nanti saya akan balas, target saya emas. Saya semakin termotivasi,” ucap Delina penuh semangat usai pertandingan di Sport Center Bengkulu, Kamis (7/11/2019).

Menyabet medali perak, artinya Delina mengantungi tiket untuk turun di PON Papua 2020 nanti. Delina menjadi atlet satu-satunya dari cabor muaythai yang berhasil melaju ke PON Papua 2020 lewat jalur Porwil X, di Bengkulu.

Selain Delina, ada 3 atlet lagi yang berhasil menyumbang medali perunggu. Mereka atas nama Rafli di Wai Kru, Aini dikelas 48kg, Aldi 73kg.

Pelatih Muaythai Sumsel Lirman mengatakan, cukup puas dengan perolehan yang didapatkan oleh anak asuhnya. Menurutnya ini even perdana yang diikuti oleh para atletnya.

Lihat Juga :  Sabet Tiga Emas Peparprov, Muaraenim Juara Umum Bulutangkis

“Puas, cukup puas karena ini pertandingan perdana kita,” kata Lirman.

Menurutnya dengan keadaan dengan peralatan seadanya, atlet muaythai mampu menyumbangkan medali untuk Sumsel.

“Kekurangan kita hanya satu, peralatan dan jam terbang. Kalau semua terpenuhi mudah-mudahan bisa lahirkan atlet berprestasi,” ujarnya.

Sementara itu, dari cabor atletik, Rizky di cabor atletik nomor tolak peluru dengan medali perunggu.

Reporter : Sugi/rilis
Editor : Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close